Sebening Embun

Episode i

Cinta Sebening Embun

Pernahkah engkau coba menerka
apa yang tersembunyi di sudut hati?
Derita di mata, derita dalam jiwa
kenapa tak engkau pedulikan?

Sepasang kepodang terbang melambung
Menukik bawa seberkas pelangi
Gelora cinta, gelora dalam dada
kenapa tak pernah engkau hiraukan?

Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu pun tersibak, cinta mengalir sebening embun

Kasih pun mulai deras mengalir
cemerlang sebening embun
(na na na na na na na na)

Pernahkah engkau coba membaca
sorot mata dalam menyimpan rindu?
Sejuta impian, sejuta harapan
kenapakah mesti engkau abaikan?

Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu pun tersibak, cinta mengalir sebening embun

Selama musim belum bergulir
Masih ada waktu saling membuka diri
sejauh batas pengertian
Pintu pun tersibak, cinta mengalir sebening embun

Kasih pun mulai deras mengalir (kasih pun deras mengalir)
cemerlang sebening embun
(kasih) (kasih, kasih) hu.. (na na na na kasih) hu.. (na na na na)
(kasih) hu.. (na na na na kasih) hu.. (na na na na)

lagu Ebiet G Ade di atas mengingatkanku pada seseorang yang suka sekali dengan lagu ini. Dengan gitar ditangan diapun mulai melantunkan lagu cinta yang tidak pernah lekang oleh waktu. Matanya menyiratkan rasa dalam hati yang terdalam, rasa yang mendominasi dalam keseharian yang selalu diungkapkan dalam bait-bait puisi diatas kertas yang kemudian diremas-remas.

“kenapa dibuang mas?” begitu selalu tanyaku sambil memungut kembali kertas yang sudah dilemparkannya.

“biar aja dik, saya merasa tak pantas untuk memberi kamu kata-kata seperti ini”

dan kertas-kertas itu kukumpulkan selembar demi selembar, karena aku tahu memang itu ditulisnya buatku. Setiap kali, selalu ada kalimat yang memukau. Pengungkapan rasa, keinginan, hasrat yang terpendam dalam jiwa yang meronta…. yang mungkin tidak pernah aku bisa merangkainya.

Aku mengagumi sosoknya bukan karena penampilannya yang eksentrik dan beda dari yang lain, tapi karena apa yang ada dalam dirinya dalam pemikirannya. Seolah ada magnet besar yang dapat menarik setiap orang untuk selalu betah berlama-lama disampingnya. Selalu ada yang datang untuk mencurahkan isi hati dan meminta pendapat darinya, padahal dia bukanlah siapa-siapa yang berarti di negeri ini.

Saat ini dia tidak lagi berdiri di dekatku. Jalan kami melangkah berbeda arah dan tujuan, mengisyaratkan bahwa ada perbedaan yang dalam yang tak mungkin membuat kami bersatu. Namun seperti rangkaian rel kereta selalu bersama untuk mencoba menyeimbangkan dan menyamakan kedudukan, begitulah kenyataan yang ada.

Episode ii

malam mulai menyelimuti bumi ketika kurasakan sesuatu yang mulai menggangu kehidupanku. Dengan cepat jariku menggapai hape. Aku harus membuang semua ini, aku harus berusaha keras untuk ini.

‘mbak, aku kok pusing yang dengan yang aku rasaka sekarang. aku mesti gimana yah?’ kuawali percakapan dengannya. kemudian aku menceritakan kronologi kejadian yang sebenarnya.

Dari semua pembiacaraan panjang selama 35 menit akhirnya dapat kuambil kesimpulan bahwa hal itu adalah hal yang bisa terjadi kapan saja, dan harus ku syukuri bahwa akhirnya aku masih kabagian untuk dapat menikmatinya.  hanya saja kemampuan memenejemen hati harus kutingkatkan, agar tidak mengganggu stabilitas yang lain dan agar keadaan dalam keluarga tetap kondusif.

Di pagi ini aku menyadari bahwa aku tidak akan mampu melawan kehendak yang datang. aku tak mau mengatakan ini dari Tuhan, karena Tuhan tidak memberikan sesuatu yang salah kepada umatnya.  Mungkin ada setan lewat yang menebarkannya…. (kok nyalahin setan yah). jadi biarkan waktu yang menentukan dan biarkan dia mengalir sesuai dengan keinginannya.

episode iii

pagi ini kujelajahi dunia maya. aku lihat yang mesti kulihat…………… terima kasih, alhamdulillah akhirnya aku mendapat jawaban. Setelah mengamati satu demi satu, menatap dan akhirnya aku berkesimpulan bahwa ini adalah sebuah bayangan yang tidak sama dalam benakku. mungkin harus ada satu pembuktian lagi, semoga bukan yang sosok sebenarnya yang mendominasi diriku. mungkin sosok yang kuciptakan sendiri dalam petualangan semu dalam dunia yang tak nampak, yang tak nyata namun ada dan memberi warna pada dunia nyata………………..

Semoga.

1 Comment Add your own


Leave a Comment

Required

Required, hidden



Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Most Recent Posts