merpati yang terluka

merpati itu mengepakkan sayapnya menuju matahari,

menerjang badai yang paling berat sekalipun.

dia tak pernah berhenti untuk mencari cintanya

mengepakkan sayap yang kian lelah.

merpati itu kini terluka

sayapnya patah dan ruam terbakar matahari

pedih terasa di tubuh dan jiwa

pandangan nanarnya tak menghentikan tangis yang tersendat

matahari telah menghanguskan kasihnya

menutup dengan kejam segala arah tuk bersamanya

tak lagi terlihat senyum yang mengembang

bahkan tak ada canda yang bisa mengendurkan luka yang terlalu dalam

sayapnya telah patah

semangatnya juga patah

meski banyak beban yang dibawanya

terseok-seok harus tetap melangkah

menghindar dari tatap penuh tanya

merpati itu tak lagi mampu menggapai mimpi

bahkan sekedar untuk menggoreskan warna dalam kanvas hidup

matahari menumpahkan tinta hitam

menghancurkan lukisan indah yang dimilikinya

membakar jiwa yang kian rapuh

meluluhlantakkan segenap harapan

dengan sinarnya, yang memukau

dan mempesona

namun merpati tak pernah berhenti mencintai matahari

tak pernah juga membencinya.

‘hari kedua dalam duka panjang”

Leave a Comment

Required

Required, hidden



Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Links

Meta

Calendar

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Most Recent Posts