Posts filed under 'Kehidupan'
untung
tgl 20 juli, pas hari minggu, pagi-pagi udah diajakin ke taman mini buat olah raga. pertama ikutan senam massal di lapangan parkir utara, terus main bola di lapangan tugu, terus keliling taman mini….. rencana mau ngajakin tiara dan dude naik kereta gantung, tapi kok perasaan ga enak, inginnya buru-buru pulang. ya udah akhirnya pulang deh, padahal belum jam 11…..
tapi kegiatan belum berhenti sampai disitu, masih ada lagi kelanjutannya…. kali ini ke cibubur dan sekitarnya untuk mencari keramik yang mau dipasang di ruang tengah, dapur dan ruang tamu plus area depan. Padahal sudah dari beberapa bulan yang lalu mau beli keramik, kok baru bisa ketemu waktu yang pas sekarang, adaaaa aja yang membuat hari sabtu dan minggu pergi keluar, baru kali ini bisa diam di rumah…. dan juga setelah kontak lagi dengan tukang yang mau masang, baru dua minggu lagi bisa dipasangin keramik…. padahal udah ga tahan nih lihat rumah berantakan, ga beres-beres.
masih berlanjut di keramik, akhirnya dapat deh warna dan corak yang cocok buat berdua………. seperti biasa pembayaran dilakukan pada saat barang datang, jadi di sana cuma kasih uang muka tanda jadi. terus pulang dari toko keramik, acara berlanjut ke cibubur buat minum es kelamud . siang-siang panas begini memang paling enak buat minum kelapa muda.
baru mau memejamkan mata ketika ada orang yang mengetok pintu dan memberi salam…. wah tukang keramik sudah ngirim barang…. alamat harus keluar rumah lagi nih, kan tadi belum jadi ambil duit di atm. tapiiiii apa yang terjadi????? ternyata atm itu tidak berada di tempatnya. tidak ada di tas, tidak juga ada di dompet….. dimana dong??? bingung dan agak panik juga, karena keramik yang harus dibayar lumayan banyak. Untungnya barang yang dikirim baru 2 model aja, belum semuanya…. dan pembayarannya juga hanya senilai barang itu. masih untung dan alhamdulillah, ternyata masih ada uang simpanan di rumah yang jumlahnya cukup buat bayar sesuai barang yang di kirim, kalo ga ada….. aduh malu banget deh, masa keramiknya diangkat lagi dan dikembalikan ke toko….. apa kata dunia.
sampai di kantor, bongkar laci atas, tengah dan bawah, bongkar juga filling cabinet…. ternyata itu benda kecil tidak ketemu juga. Terakhir digunakan pada hari jum’at 4 juli lalu, buat bayar biaya bulanan… setelah itu aku lupa karena tidak memerlukan uang dalam jumlah besar….. kemana yah atm gue???
masih Alhamdulillah, setelah minta tolong suami untuk mengecek saldo ternyata tidak berkurang, berarti atm berada di tempat yang aman, tapi dimana yah? mudah2an nanti sore atm instannya jadi, biar urusan bayar membayar keramik bisa segera terlaksana. Makasih ya Pah, sudah mau repot ngurusin atm…..
ada untung lagi, untung suami punya teman di Mandiri…… serba untung.
jadi ingat hadis Nabi : Beruntunglah orang muslim itu, kalo ia mendapat kenikmatan ia bersyukur, dan kalau mendapat musibah dia bersabar……. bersyukur dan bersabar menambah keimanan kepada Alloh SWT.
Add comment July 21, 2008
bulan purnama terus
Sekarang tiap kali bulan purnama, kami juga makan di halaman meskipun tidak bisa duduk di tikar, karena halamannya belum rapi dan lagi kalo duduk di tikar bulannya akan terhalang tembok. gak seru banget deh. tapi, dimanapun, kapanpun aku selalu suka dan cinta sama bulan, mau purnama mau sabit atau setengah. cahayanya selalu memberikan ketenangan dan keindahan. mengingatkan bahwa ada yang menciptakan semua keindahan yang menyertainya.
bulan oh bulan indah nian menawan engkau ciptaan tuhan penerang malam
bulan oh bulan tanpa mu malam kelam tak lelah kau bersinar hingga datang sang fajar…….
Add comment July 21, 2008
SAFARI GARDEN
Dalam rangka memperingati Hari Ultahnya kantor, seluruh karyawan dan berbagai bidang yang terkait dengan kegiatan kantor berangkat bersama menuju Safari Garden Hotel. Pelaksanaan dimulai pada jam 1.30 WIB dimana seluruhnya berkumpul di lapangan upacara dan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Cisarua, dengan bis-bis besar dan berbagai jenis mobil dinas para pejabat teras.
Tidak terasa perjalanan terlalu singkat, karena nun di depan sana ada fourrider (bener ga yah ejaannya kalo salah harap maklum deh) dengan sirine yang meraung-raung menghalangi dan atau membuat para pengguna jalan yang lain menepi untuk memberi jalan. Serasa jadi orang penting kali ini.
Udara sejuk menyambut kedatangan kami dan diiringi musik khas Sunda yang menyejukkan hati. Sayangnya pengendara bus terlalu birokrasi, sehingga semua penumpang diturunkan di lapangan tempat parkir bus, yang menyebabkan kami harus berjalan kaki sambil menenteng/menggendong bawaan masing-masing, capek deh.
Ada komentar teman yang melihat tas yang aku bawa begitu besar dan berat…
“Mbak, isinya apaan tuh, gede banget…, bawa tipi yah?”
“Bukan kali, bawa kompor, ntar kan langsung buka lapak….” sahut yang lain sambil tertawa geli
Tentu saja aku cuex dan ga peduli, dan memberi komentar kalo aku ini perempuan, so pasti banyak bawaan yang diperlukan mulai dari baju dalam sampai penutup kepala, belum lagi aneka sandal, sepatu, dan alat2 mandi…. huh memang berat banget nih.
Setelah berjalan dan bertanya beberapa kali dengan petugas hotel, akhirnya ketemu juga tempatku menginap. Lokasinya strategis dekat pintu masuk, di depannya ada taman bermain untuk anak2 dan lapangan olah raga, selain itu juga dekat dengan restoran tempat kegiatan utama dilangsungkan, yaitu makan dan hiburan. Alhamdulillah.
Tidur bertiga dalam satu kamar, dengan satu double bed dan satu kasur tambahan. Lumayan, empuk dan hangat. Ada kulkas, televisi 21 inch, lemari baju, meja rias, washtafel dan tentu saja kamar mandi dengan kloset duduk dan standing shower dengan air panas dan dingin.
Sampai di tempat, aku langsung mandi, ganti baju dan sholat ashar. Lalu duduk manis di depan tv sambil menunggu teman yang lain rapi. Lalu kami makan nasi padang sebungkus bertiga, karena seusai sholat mahgrib acara makan malam dimulai. Belum lama berlalu datang teman karibku mengajak keluar buat ketemu teman lain seangkatan. Di restoran sedang ada persiapan untuk acara nanti malam, aku ngobrol disini dengan teman dari Pusdiklat dan berfoto ria.
Kembali ke ruangan untuk sholat maghrib, dan siap-siap buat makan malam. Menuju hall restoran untuk acara makan malam bersama diiringi musik oleh seorang penyanyi yang lumayan cantik, tapi kalo di lihat di layar tv, bodynya agak gendut. Lumayanlah suaranya merdu, bisa memanjakan kuping yang memang sudah lama tidak mendengar live show music. Tidak memanjakan mata, karena mata ini memang melulu melihat teman-teman yang setiap hari juga ketemu, walau ada sedikit perbedaan, yaitu tidak berseragam….. Makanannya biasa aja tuh, ga ada yang enak dan melihat antrian yang panjang mungkin aku akan berpikir tiga kali untuk ikut mengantri, tapi karena posisi duduk ada disebelah meja hidangan, ya berarti punya prioritas mengambil tanpa perlu antri dong.
Malam turun perlahan, dan suara hingar music di hall masih terus terdengar, tapi aku sudah melangkah keluar, menikmati udara dingin puncak dan menikmati hangatnya jagung bakar. Karena seorang teman ga kuat dengan udara dingin dan bolak balik pipis melulu, akhirnya kembali lagi ke kamar buat istirahat.
Malam pertama tidur tanpa Tiara dan Dude disampingku, rasanya bener-bener ga enak. Seorang teman berkirim sms dan akhirnya sms-san sampai tengah malam, setelah itu bengong sampai jam 2 pagi dan terlelap sampai pagi menjelang alias sudah jam 6. Suara adzan subuh yang sanget keras tidak membangunkan aku dari tidur….mungkin saking ngantuknya.
Bangun tidur, mandi, sarapan sambil dengerin musik dan penyanyi lokal yang ikut dalam lomba menyanyi, nonton volley, mengambil voucher door prize dan keliling kompleks hotel bersama tiga rekan yang lain. Suasana jadi berbeda sekarang, merasa bener-bener bebas dari tugas seorang ibu, seorang istri dan seorang karyawan…. menjadi diri sendiri tanpa ada beban yang mesti dipikul. Berempat kami berjalan dan mencari pose-pose lucu sebagai kenangan dari perjalanan yang mungkin tidak akan terjadi lagi sampai pensiun nanti. Karena momen ini bisa jadi yang pertama dan yang terakhir. Bebas melangkah, bebas bergaya dan bebas tertawa.
Setelah itu berlanjut ke makan siang, sholat zuhur dan nonton pertandingan volley TNI AU melawan TNI AL. Ketemu rekan senior yang pernah sama-sama satu bagian, akhirnya malah jadi curhat. Curhat, betapa sekarang suasana semakin tidak kondusif lagi, persaingan menuju ke tingkat kekuasaan makin kuat dan bahkan tidak ragu untuk makan tulang kawan, betapa sekarang banyak manusia yang takut tidak termasuk dalam garis kekuasaan, sehingga harus memiliki dua wajah yang berbeda., mengerikan. Dan betapa sulitnya untuk dapat duduk di sebuah kursi dimana hati merasa sendiri dalam keramaian.
Seorang pejabat Eselon sambil naik ayunan bilang “begini nih, soalnya masa kecil tidak bahagia.” sambil tersenyum.
“Karena itukan Bapak mengirim kita ke sini” jawab saya, dan kami semua tertawa geli.
Sore menjelang, pertandingan sudah berakhir, dan waktunya untuk mandi, sholat ashar dan mencari kamar buat tidur Tiara dan Dude yang akan menyusul nanti malam. Sebelum itu tukar voucher dengan uang Rp 150.000,- sebagai door prize awal.
Oh ya malam ini adalah malam terakhir yang merupakan puncak acara, yaitu penyerahan piala bagi para pemenang pertandingan dan malam final untuk para peserta lomba menyanyi…. dengan dipandu Akri Patrio dan Memet sebagai MC. Memang meriah acara malam ini, belum lagi diawali dengan adanya tarian manusia karet yang sangat lentur, membuat berpasang mata kagum dan atraksi badut Safari. Tentu saja malam ini juga malam door prize bagi semua yang hadir. Ada 30 barang yang akan diundi, siapakah gerangan yang akan beruntung malam ini.
Semua berpakaian batik rapi. para lelaki tampil elegan dan para wanita tampil cantik, setidaknya sangat berbeda dibandingkan pada hari-hari kerja. Semua terlihat bersinar, dibawah cahaya lampu yang berpendar kemilau dan memberi efek segar di wajah yang tersiram sinar, terutama para wanita, hampir seluruhnya terlihat cantik dan mempesona.
Malam ini aku duduk di kursi yang sama dengan malam sebelumnya, di dekat meja hidangan di lantai dua. Mengamati wajah teman-temanku yang berkilauan, dan tentu saja mengamati dua orang didepanku yang sudah menjadi teman tidur kemarin… dua perempuan dewasa, yang juga merasa termarjinalkan oleh keadaan dan situasi yang sudah sangat berbeda dan tentu persaingan yang semakin meruncing.
Alhamdulillah, salah satu door prize itu menjadi milikku, setidaknya ada yang bisa menjadi kenangan bahwa aku pernah meninggalkan keluarga, untuk melakukan suatu aktivitas yang sebenarnya tanpa kehadirankupun, semua akan tetap berjalan sempurna, karena aku bukan bagian dari aktivitas itu, karena aku adalah bagian dari penggembira. Maafkan mama, nak.
Tak lama kemudian anak-anak tiba, bersama papa dan om mereka. Aku mengajaknya bermain di lapangan bermain, dan mengajak mereka tiduran di kasur. Udara dingin membuat mereka cepat terlelap. Acara masih belum selesai, dan dua orang temanku masih di atas. Akhirnya aku menunggu mereka sambil menikmati hangatnya minuman bandrek berdua….
Hampir tengah malam setelah tiga kali bolak-balik dan keluar masuk penginapan, berdiskusi dengan teman-teman dan panitia, akhirnya kami memutuskan untuk tidak mengikuti safari track. Kedua anak mungil ini tentu tak akan kuat dengan medan pegunungan yang mendaki, dan juga ada berita bahwa Ibu Kepala tidak suka ada anak yang ikut serta dalam acara ini….. wow, cari selamat aja deh. Selamat dalam artian tidak akan ada omongan di kemudian hari dan selamat dari aktivitas yang akan melelahkan badan kedua anakku. Pulang yuuuuuu……kk.
Selamat malam teman-teman, selamat tidur, siap-siap untuk berangkat ke medan selanjutnya yang lebih curam dan terjal. Semoga kalian akan kembali dengan keadaan sehat dan bertambah bugar.
Akhir Maret 2008
Add comment April 16, 2008
HAH
Sore kemarin tiba-tiba hujan turun disertai gluduk kecil, meskipun matahari masih memancarkan sinarnya dengan terang benderang. Wah sesuatu yang harus aku umumkan nih, terutama ke salah seorang teman yang menanyakan aku tinggal di negara bagian mana.
Dengan segenap keberanian yang harus dengan cepat kukumpulkan (harus cepat, karena fenomena alam tidak berlangsung lama), akhirnya aku berani menanyakan nomor yang bisa dihubungi. Yup, tidak sampai lima detik, smspun melayang.
Jawaban yang sama “tinggal di negara bagian”….. tuh masih juga tidak percaya dengan apa yang aku tulis untuk kedua kalinya, padahal aku cuma ingin dia mengerti dan melihat langsung fenomena alam yang terjadi di sekitarku. Mungkin di tempat dimana dia berdiri tidak terjadi hal yang sama, meskipun jarak diantara kami hanya dibawah 50 Km. Who knows?
setelah tiga kali berbasa-basi (atau bahasa basi) sms berakhir. Haripun bergulir malam, dan aku sudah melupakan peristiwa sore yang cukup membuat grogi….. nanya no hp gitu lho!!
HAH ternyata….. pagi ini dibahas lagi, di milis lagi…. bikin muka jadi panas gak karuan, untung aja orangnya tidak ada di depan mata, bisa tambah bingung dia, lihat ke mukaku cuaca sangat cerah dengan suhu sampai diatas 33 derajat Celcius, sementara di tangan udara kutub menguasai dengan suhu di bawah nol….. lho kok bisa?????
Suwer ewer-ewer, aku ga pernah ketemu, bertatap muka, apalagi bersinggungan dengkul. Aku tidak pernah berangkat kerja naik kereta jabotabek, atau ke bandung naik KA, atau naik bis ke suatu tempat yang memungkinkan kita pernah ketemu. Aku berangkat kerja dengan roda dua kesayangan atau mungkin dengan roda empat yang kadang-kadang aja aku mau….. Pokoknya tak ada ruang dan waktu dimana akan terjadi interaksi dan terjadi suatu irisan himpunan dimana aku dan dia bisa bersama.
Ada sesuatu yang bikin aku jadi berfikir….. sesuatu yang menarik alam bawah sadar, yang mampu membuat rona merah jingga berubah ungu dan biru… yang melunturkan tembok-tembok keangkuhan menjadi senyum tanpa makna….. sesuatu yang bisa kunikmati sendiri dalam dunia maya, yah dunia maya. Dan aku tak mau ini berubah menjadi nyata……serem tauuuuu.
1 comment March 12, 2008