Posts filed under 'gado-gado kehidupan'
Fatwa MUI Rokok Haram
Beberapa media menulis tentang Fatwa MUI yang menyatakan bahwa rokok itu haram untuk anak-anak, remaja dan ibu hamil. Berbagai macam tanggapanpun bermunculan, ada yang mestinya fatwa itu ditujukan untuk pemerintah, ada yang mendukung tapi ada juga yang mengatakan bahwa fatwa itu akan mandul dalam pelaksanaannya seperti pada Perda DKI tentang larangan merokok di tempat umum.
Merokok pada dasarnya bukanlah kebutuhan pokok setiap orang, dan hanya orang-orang tertentu yang memang mempunyai kebiasaan dan cenderung menjadi kecanduan rokok. Jadi kalo ada orang yang beranggapan bahwa merokok adalah hak pribadi seseorang itu sudah pasti benar. Namun setiap perbuatan ada konsekwensi yang menyertainya yang bisa jadi berakibat bagi dirinya sendiri dan kadang berakibat pula bagi orang lain.
Merokok adalah suatu hal yang dianggap penting (karena para perokok akan rela tidak beli makan, asal bisa beli rokok) bagi perokok, namun asap yang keluar dari rokok itu tidak dapat dinikmati sendiri atau dihabiskan sendiri olehnya. Asap rokok akan terus mengepul bersama udara dan akan berhembus bersama angin. Sedangkan dibumi ini sang perokok tidak hidup sendiri, akan ada ribuan lubang hidung dan paru-paru yang menarik udara yang mengandung asap tersebut.
Disinilah mulai terjadi dampak yang kurang menguntungkan bagi orang yang tidak merokok (perokok pasif tanpa sengaja), karena oksigen yang diharapkan masuk, malah racun rokok yang tersedot. Hampir dapat dipastikan bahwa para perokok ini tahu kandungan racun yang terdapat dalam rokok, yang kadang membuat mereka (para perokok) tersenyum geli karena racun knalpot dan pembuat bom atom pun ada dalam racun rokok.
Memang jika dilihat kandungan racun yang terdapat dalam sebatang rokok sangat kecil jumlahnya, namun jika dilihat dari jumlah rokok yang dihisap maka jumlah kandungan racun akan terus meningkat.
Jadi memang diperlukan kesadaran, niat dan keinginan yang kuat untuk dapat berhenti dari merokok. Kesadaran ini bisa timbul karena memang ada keinginan atau niat untuk berhenti, atau karena suatu musibah yang disebabkan oleh racun rokok ini telah menimpanya.
Fatwa MUI bukanlah suatu yang main-main sifatnya, karena sebelum dikeluarkan suatu fatwa tentu sudah dianalisa dampak buruk yang timbul dari merokok, asal hukum, illat, hukum cabang dan pengambilan kesimpulan yang kemudian keluar menjadi fatwa.
Semoga para perokok menyadari arti penting sebuah tarikan nafas bagi manusia lainnya….
Add comment January 28, 2009
Jalan sempit berliku
Hari itu saya ingin menghadiri resepsi perkawinan salah seorang teman yang meskipun bisa dibilang akrab, tapi tak dekat. Bagaimana mau dibilang dekat, karena bertemupun baru sekali, tapi bisa dibilang akrab karena hampir setiap hari menjalin komunikasi dunia maya alias ngenet.
Kali ini saya hanya berdua suami, karena kebetulan anak-anak sedang tidur dan ada yang menemani mereka. Wah asyiknya bisa berduaan, bisa bebas sebentar dari gangguan buah hati dan bisa ngobrol ngalor-ngidul tanpa ada intrupsi mendadak.
Ditengah perjalanan saya baru menyadari kalau saya hanya memakai sandal karet bukan sepatu atau selop, pas saya melihat ke kaki suami saya, ternyata suami memakai sandal juga (tapi masih bagus pake sandal kulit)…… lho kok bisa sama sih? Ternyata suami saya menyimpan sepasang sepatu di bagasi. Wah tinggal saya nih yang jadi merasa aneh sendiri.
Sebenarnya sih saya tidak malu memakai sandal karet ke acara apapun, tapi karena saya tidak berangkat sendiri, jadi saya akan merasa sangat bersalah kalau orang yang jalan di sisi saya merasa malu dengan penampilan saya yang tidak sepantasnya. Saya jadi teringat dengan seorang perempuan yang berkenalan di busway yang pakaiannya modis, dandanannya oke tetapi harus memakai sandal jepit karena hak sepatunya copot di tengah jalan.
Untungnya keluar dari pintu tol masih melewati pasar tradisional. Pasar yang semakin kurang diminati oleh masyarakat karena menjamurnya mall-mall yang menjanjikan kenyamanan dalam berbelanja. Nah di pasar ini saya singgah sebentar untuk membeli sepatu (tanpa merek) yang masih pantas untuk dipakai ke acara resepsi. Harga….. tak jadi masalah, karena sepatu yang tersedia tersedia dari 10 ribu sampai 200 ribuan, dan tidak pakai lama. Berbeda kalau beli sepatunya di Pasaraya atau di Pasar baru, pasti pake lama dan harganya juga bisa mencapai jutaan rupiah.
Melewati Stasiun Bojong Gede yang jalannya kecil dengan banyak angkot yang sebentar-sebentar berhenti, membuat perjalanan semakin terasa lama. Apalagi hujan terus menerus mengguyur di sepanjang jalan, rasanya sudah tak sabar ingin pulang kembali ke rumah.
Alhamdulillah akhirnya sampai juga di perhelatan besar itu. Setelah berbincang-bincang sebentar dengan sang mempelai, ikutan photo bareng, menikmati sepiring (bukan semangkuk) sop hangat, kami segera pamit pulang.
Sepanjang jalan menuju Bogor melewati jalan sempit yang sedang diperbaiki dan melintasi jalur pinggir kali yang rawan longsor. Jalan ini sempit dan berbatasan dengan kali, jadi kalau kurang hati-hati mungkin bisa terjadi kecelakaan yang berakibat penumpang plus kendaraan yang ditumpangi tercebur kali.
Semoga tidak melewati jalan ini lagi, atau setidaknya saya berharap kalau melewati jalan ini lintasan yang sedang diperbaiki sudah selesai, sehingga rasa was-was yang timbul akan berkurang.
Buat teman yang baru menjadi pengantin, semoga akan selalu bahagia, diberkahi dengan kasih sayang dan kecukupan serta keturunan yang baik dan tetap bersatu sampai akhirat, aaamiiin.
Add comment January 10, 2009
Mempertajam Intuisi
mempertajam intuisi, sepertinya sebuah bahasa yang tinggi banget untuk orang seperti saya yang serba tidak mengerti ilmu, baik itu ilmu agama, kebathinan, apalagi ilmu teknologi. Tapi bahasan seperti ini sering saya dengar dari teman-teman yang memperdalam seni pernafasan. Sebenernya pada awalnya saya juga bingung binatang apasih intuisi itu? Mengapa sebagian orang memiliki intuisi yang tajam, sementara yang lain sama sekali tidak mengerti ada atau tidaknya intuisi dalam dirinya.
Menurut sumber yang bisa saya percaya intuisi adalah suatu kemampuan untuk mendengarkan bisikan atau sesuatu yang sumbernya dari dalam hati nurani atau kalbu. Biasanya intuisi ini merupakan suatu tanda atau peringatan akan sesuatu yang akan terjadi pada diri sendiri, pada diri orang lain atau pada lingkungan kita. Namun seberapa besar dan seberapa kuatkah intuisi itu berpengaruh terhadap kehidupan seseorang, saya sendiri juga kurang tahu.
Beberapa minggu saya mencoba mempertajam intuisi saya dengan mendengarkan apa yang terdeteksi oleh hati dan mencoba untuk mengikutinya. Ternyata sungguh menakjubkan, beberapa hal yang terjadi adalah sesuai dengan apa yang saya dengar. Dan yang paling menakjubkan adalah ketika saya melihat seorang teman yang sudah hampir lima bulan tidak bertemu. Hari itu saya mengendarai mobil tua kesayangan bersama suami lewat tol jagorawi. Semula sih mau keluar bogor, tapi begitu suami nanya mau keluar mana, saya langsung jawab cibinong saja deh. Ternyata ada teman yang juga keluar di pintu tol yang sama.
Seorang teman bercerita bahwa dia selamat dari bencana tertimpa pohon yang tumbang dengan mendengar intuisinya untuk berhenti sejenak. Cerita lainnya adalah ketika ada anak ular yang jatuh di dalam rumah, ketika itu suami saya akan melintasi pintu tengah, tapi entah kenapa mendadak saya memanggilnya dan diapun berhenti, tak lama kemudian…..bukk…jatuhlah si anak ular tak jauh dari suami. Bayangkan kalau sang ular jatuh menimpanya, pasti saya kerepotan membuang ular dan mengangkat suami yang dijamin pasti pingsan.
Sebenarnya saya juga ingin mendapat lebih banyak mengerti apakah ada cara lain selain mendengar dan mengikuti suara hati. Namun sekarang sepertinya belum ada yang bisa mengajarkan bagaimana mempertajam intuisi agar lebih berguna. Kalau secara agama, kata intuisi mungkin lebih cocok disebut dengan suara kalbu/qolbu. Karena sebenarnya dalam diri manusia terdapat segumpal daging yang jika baik dengannya, maka baiklah seluruh dirinya dan jika buruk dengannya, maka buruklah seluruh dirinya. Dan untuk memperbaiki segumpal daging itu, kita harus banyak-banyak beristighfar, membersihkan diri dari segala kesalahan dan dosa dan selalu berdzikir/mengingat Sang Maha Sempurna, Alloh SWT.
Kesimpulannya memperbanyak beristighfat dan mengurangi berbuat dosa bisa lebih mempertajam keyakinan akan kebenaran yang telah ada dalam hati kita, dan tentu saja akan memperkuat dan mempertajam intuisi yang telah kita miliki.
1 comment November 18, 2008
Menulis Saja
kadang begitu banyak kata yang ingin dituangkan dalam sebuah tempat bernama blog, tapi kadang tidak bisa dengan mudahnya mengalir dari jari jemari yang bergoyang kesana-kemari mencari tuts keyboard. Kadang kata yang sudah terukirpun harus didelete kembali dengan alasan takut jika dibaca oleh seseorang atau sekian orang yang terlibat langsung dalam kisah yang tertuang.
namun kali ini aku ingin mengetik saja, menuangkan sebaris kata atau sekian banyak kalimat yang mungkin tidak mempunyai arti bagi siapapun termasuk juga bagi diriku sendiri. Namun perlu kutekan terus tuts keyboard ini agar otak ini tidak berhenti berputar dan tidak menjadi beku setelah selama 7 hari 7 malam tidak membuka alat elektronik yang bernama komputer dan tidak juga menjelajah negeri terindah yang bernama dunia maya.
Kukatakan dunia terindah, karena aku tahu di dunia maya aku dapat melihat suatu tempat yang mungkin tidak akan pernah kutatap dengan kedua bola mataku yang indah pemberian Sang Maha Pemberi, atau menjejakkan kaki di tempat dimana begitu banyak cost yang harus kukeluarkan untuk mendapatkannya. Kukatakan yang terindah, karena aku tak perlu beranjak jauh untuk mencari ilmu yang mungkin akan membutuhkan banyak hal untuk mendapatkannya. Ilmu yang kadang memang ilmu yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan juga ilmu spiritual yang akan atau bisa segera diterapkan dalam kehidupan bathiniah dan mempercantik jiwa.
Kukatakan dunia terindah, dimana aku bisa menjadi diri sendiri tanpa perlu mengikuti adanya aturan yang membelenggu dan norma-norma yang kadang mengikat tanpa kepastian hukum. Dimana ruang menjadi begitu luasnya tanpa memerlukan uang bermilyar untuk membeli lahan yang kadang dijadikan kebanggaan bagi sekian banyak orang yang bertuhankan materi, yang kadang untuk mendapatkannya menghalalkan segala cara. Juga mempunyai begitu banyak orang yang bisa dijadikan tempat untuk sharing tanpa perlu melihat status, jabatan, dan kedudukan yang disandangnya, tanpa perlu duduk berhadapan dengan raut wajah yang kuyu, malu atau bersimbah peluh.
Kukatakan dunia yang terindah, karena aku pernah menemukan sebuah bayangan yang mendominasi hati tanpa melihat ada apa dengan sang empunya diri, tanpa mengerti apa yang dimiliki dan segudang tanpa yang lain. Mungkin inilah cinta yang terindah, suatu rasa yang mengguncang bathin dan tak mampu untuk mengendalikannya. Rasa terombang-ambing dalam suatu keadaan dimana aku tak tahu harus menyelesaikannya dengan cara apa. Dan ketika kesadaran muncul bahwa aku bukan hidup di dunia maya membuat rasa menjadi sakit dan teramat sakit, sehingga menimbulkan kerusakan fisik dan jiwa dalam kurun waktu yang cukup lama. Suatu rasa yang begitu kuat yang seakan membetot segenap jiwa dan mengingatkan kembali ketika pertama kali aku mencintai seorang kakak kelas, yang meskipun sudah tidak bersama lagi tapi rasa itu yang mendominasi hingga bertahun-tahun, tak peduli siapa yang berdiri disisiku.
Ketika jemari ini menekan begitu saja tuts keyboard, tidak lagi terlintas dalam benakku apakah akan ada sekian banyak komentar atau kritik dari mereka yang mengaku ahli dalam bidang tulis menulis, atau bidang baca membaca yang seringkali menemukan kalimat yang tak sejalan, atau kata yang tak sesuai. Akh sabodo teuing, begitu istilah orang sunda dalam menanggapi kritikan yang dianggap tidak perlu. Walau sebenarnya mungkin diperlukan juga buat peningkatan mutu dari gaya penulisan yang masih mencla mencle, belum pasti mau mengikuti alur seperti apa dan bagaimana bentuknya. Apakah harus mengikuti bahasa Indonesia yang baik dan benar seuai dengan kaidah bahasa Indonesia, atau mengalir begitu saja seperti air yang mengalir tanpa perlu memikirkan dampak yang akan timbul setelahnya.
Tapi kembali berfikir tentang akibat, aku merasa bahwa tak akan ada seorangpun di dunia ini yang akan merasa jadi korban dari sekian banyak kata yang kurangkai disini. Rangkaian kata yang kadang tak bermakna dan kadang tak punya jiwa tidak pernah bermaksud untuk menyentuh hati atau kalbu seseorang. Namun begitu banyak juga rangkaian kata yang merupakan ungkapan rasa dalam hati yang paling dalam, yang hanya mampu tertuang dalam baris kata, bukan dalam lantunan suara dengan intonasi irama naik turun, sendu dan riang atau kadang parau dalam kedukaan yang dalam.
Mungkin kelak, bagiku akan mempunyai arti yang bermakna penuh ketika usia tak lagi mampu menggerakkan jemari ini untuk menuangkan bahkan hanya sebaris kata.
Setelah upacara kesaktian Pancasila.
Add comment October 7, 2008
dealova
Dealova
Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
Aku ingin menjadi sesuatu yg mungkin bisa kau rindu
karena langkah merapuh tanpa dirimu
oh karena hati tlah letih
Aku ingin menjadi sesuatu yg selalu bisa kau sentuh
Aku ingin kau tahu bahwa ku selalu memujamu
Tanpamu sepinya waktu merantai hati
Oh bayangmu seakan-akan
(Chorus)
Kau seperti nyanyian dalam hatiku
Yang memanggil rinduku padamu
Seperti udara yg ku hela kau selalu ada
Hanya dirimu yg bisa membuatku tenang
Tanpa dirimu aku merasa hilang
Dan sepi, dan sepi
Selalu ada, kau selalu ada
Selalu ada, kau selalu ada
Add comment September 17, 2008
daun jati yang berguguran
kemarin janjian sama temen ke rumah Pan tempat Soetrisno Bachir dan genknya mengelola partai, tapi berhubung belum waktunya pulang, jadi masih ada kesempatan buat on line dengan teman di desa. Teman yang mempunyai arti lebih buat saya, karena dari teman inilah saya banyak belajar apa sih sebenarnya tujuan dari hidup yang kita jalani. Meskipun tentu saja saya tidak mengambil mentah-mentah apa yang diajarkan kepada saya, karena kadang persepsi dan cara pandang kami tidak sama.
percakapan via kabel ini tidaklah selancar yang diharapkan, karena pada awalnya dia tidak bisa membaca apa yang saya tulis tetapi saya bisa membaca tulisannya… hah, ndeso tenan iki rek!!!! Untungnya setelah percobaan sign out dan sign in kembali berhasil juga kita berkomunikasi. Setelah tanya kiri kanan, depan belakang dan sekitar, percakapan berlanjut ke hal yang lebih mendalam yaitu soal sebuah rasa yang merangkul dalam kehidupan. Tanpa sungkan saya bercerita bahwa saya pernah merasakan suatu hal yang berbeda kepada seseorang yang tidak saya kenal, mulai dari barisan kata, suara, pertemuan dan terputusnya hubungan tersebut, tentu saja tidak sedetail dan serumit yang terjadi sesungguhnya.
saya tidak mengira bahwa ternyata apa yang saya ceritakan memercikan api baginya.
“aku memahami, tapi apapun itu pernyataan ini cukup mengejutkan..aku gak tahu harus berkata apa, antara kehilangan dan bahagia yang akhirnya bisa kau temukan untuk terus menapaki hidup dengan bayangan suatu harapan.. ya harapan….yang membuatmu tetap bs bertahan.. “
saya jelaskan kepadanya bahwa itu tidaklah seindah yang dibayangkan, karena rasa itu terputus oleh suatu kehendak atas nama sesuatu yang tak bisa saya jabarkan (meskipun sampai sekarang saya masih menyesalinya dan sering menitikkan air mata karena tidak menerima keinginan seperti itu) .Hal ini malah membuatnya lebih baik.
“bagus… kamu yang mengisi …. dan mewarnai taman hatiku…. aku hampir membayangkan dengan ceritamu…bahwa aku akan menglami situasi yang sulit seperti di masa mudaku dng dia …aku ga bs ini terulang kembali di usiaku yang semakin menuju penghujung muda…”
Sudah terlalu lama untuk percaya bahwa rasa yang disimpannya akan selalu ada di hatinya, dan sedikitnya komunikasi yang ada diantara kami meskipun banyak sarana dan prasarana yang bisa digunakan.
“ada hal yang mungkin lebih hrs kau kenal tentang aku
dan km bs mempercayainya
dan km tahu sendiri…aku tak kan pernah bs melupakanmu…”
“akan lebih baik…memupuk rasa ini dalam bayang dan imajinasi…yang terkurung dalam kenangan yang pernah kita lalui bersama sama…, dapatkah kau lupa daun jati yang berguguran disela isak tangismu…., dapatkah kamu lupa gemerlap sinar kecil lampu kota semarang…dapatkah km lupa embun basah di hijau daun di kaliurang….”
akh, kalimatnya membuatku kembali ke masa silam, masa dimana banyak kenangan manis yang tak mungkin bisa terhapus dengan mudah. Keindahan yang memberikan warna tersendiri yang hanya sekali terjadi dan tak pernah akan terulang lagi atau tak mau diulang lagi. Perjalanan bersamanya kemanapun dan dimanapun selalu dilalui bersama keindahan alam yang tak pernah habis dan tak pernah membosankan. Debur ombak, mentari senja yang tenggelam dalam keletihannya, kerlip lampu kota, bulan purnama yang menggantung dirembang senja, aroma daun teh, hutan jati dan keindahannya dan nikmatnya durian, serta indahnya pelangi matanya.
semua sudah berakhir, dan semua sudah kembali pada tempatnya masing-masing. Tidak boleh ada lagi yang bisa diulang, karena semua sudah berbeda keadaan, posisi dan kehidupan yang tak sepaham.
Add comment August 6, 2008
berteman kok dibatasi?
suatu ketika saya dihadapkan pada suatu kondisi dimana saya harus memilih mementingkan keluarga atau karier. Sebagai perempuan yang memiliki keinginan yang lebih baik untuk hari terpanjang yang akan kita jalani bersama nanti di negeri akhirat, maka saya memutuskan untuk lebih menomorsatukan keluarga, selanjutnya setelah yang utama terselesaikan maka karier adalah yang berikutnya. Pada kenyataannyapun, saya tidak berambisi untuk mencari kedudukan atau mencari kedekatan dengan para pejabat. saya cuma sebagai anggota/staf biasa saja yang menyelesaikan tugas dengan maksimal, mentaati peraturan jam kerja yang berlaku dan kembali ke habitat rumah sebagai seorang ibu.
Kalo banyak teman atau banyak orang yang senang berbagi dengan saya, mungkin karena saya enak untuk diajak bicara. saya suka mendengarkan cerita, baik itu keluhan atau cerita kebahagiaan. saya juga sering berempati kalo sedang bicara sehingga bisa dengan cepat mengerti apa yang diinginkan atau diharapkan dari teman yang datang untuk curhat. kadang orang yang beru kenal sekali atau baru ketemu aja bisa curhat sama saya, sampe saya bingung mau bilang apa…. mungkin wajah saya kayak konsultan kali.
Pergaulan saya memang tidak terbatas, mulai dari anak balita yang kadang datang untuk ngobrol dengan bahasa yang gak jelas, anak SD, SMP, SMA atau mahasiswa dan sampai ke kakek-nenek, buat saya oke-oke saja. Saya bisa duduk dengan manis mendengarkan dan mengkomentari apa saja yang keluar dari mulutnya. dan itu membuat saya senang. saya juga bergaul tanpa memandang pangkat atau jabatan, dengan suka rela saya dengarkan curhat tukang bakso yang ditinggal kawin istrinya yang menjadi TKI di Korea. Juga tanpa canggung saya dengarkan curhat Sang Komisaris tentang istrinya yang dikenalnya pas dinas di daerah terpencil nun jauh dipedalaman Kalimantan sana. Pernah juga mendengarkan curhat Purnawirawan bintang 4 tentang perjalananan kariernya di TNI AU.
Duh ketika hari ini saya dipanggil atasan saya, karena saya mempunyai teman akrab atau sahabat baru yang kebetulan juga mempunyai jabatan di Eselon IV…..Sang sahabat juga dipanggil oleh atasannya, karena pergi ke luar kantor dengan anak buah di bagian lain. Padahal, saya juga sudah ijin dengan atasan saya, dan tidak bisa dijadikan dasar yang kuat untuk melarang saya pergi. saya jadi merasa aneh dengan dunia kerja yang saya geluti sekarang. Benar-benar dunia kerja yang aneh.
Pernah juga suatu ketika, teman satu ruangan menderita tekanan bathin karena konflik dalam keluarganya yang tidak bisa dibicarakan bersama-sama dan dia tahu persis bahwa bicara dengan saya bisa sedikit mengurangi keresahan dalam jiwanya, juga berharap bahwa saya mempu menjadi “shoulder to cry on” baginya. Saya menemaninya mengeluarkan isi hati, menemaninya menangis dan menemaninya menyelesaikan masalahnya. Ternyata hal itu tidak disukai oleh atasan kami masing2 dan atasan dari atasan kami, dia dipanggil, ditanya mengapa akrab dengan saya dan diminta untuk tidak terlalu akrab dengan saya. Tentu saja teman saya marah dengan hal ini, karena menurutnya berteman tidak harus melihat asal usul pendidikan, tidak harus satu almamater, juga tidak bisa ditentukan harus dengan siapa, karena berteman itu adalah kecocokan hati.
Menghadapi situasi seperti ini, saya tidak begitu peduli dan tidak mau menunjukkan kepada mereka bahwa saya akan menyerah dan meninggalkan teman saya. Mungkin ada hal yang tak bisa dilakukan mereka, yaitu kemudahan berteman, sehingga setiap gerak dan langkah harus diawasi untuk mencegah hal yang tidak mereka miliki tapi dapat kita miliki…….. Pejabat negeriku Indonesia…
Jika suatu ketika anda dihadapkan pada kondisi seperti ini, anda tak perlu berkecil hati. karena dunia ini bukan milik manusia, tapi adalah mutlak milik sang Penciptanya, yaitu Alloh SWT. sehingga akan selalu ada ruang yang tercipta untuk anda lewati bersama dengan orang-orang yang anda cintai.
Add comment August 4, 2008
sudah normal kembali
dalam rangka kegiatan pariwisata di mekarsari di akhir juni ‘08 waktu itu, kegiatanku otomatis banyak berada di lapangan. Dan pada saat yang aku juga lagi uji coba salah satu produk MLM yang konon katanya bisa membuat kulit menjadi lebih cerah tanpa merusak struktur kulit. Ternyata….. pemakaian produk pada waktu yang salah bisa berakibat fatal, bukannya kulit setingkat lebih cerah yang ada kulit muka jadi semakin hitam… lho kok bisa????
Biasanya, bangun tidur, mandi, sholat, berpakaian dan mengurus anak-anak dan tanpa pake make up aku langsung meluncur ke kantor, tapi kali ini aku sempat mengoleskan krim ke wajah dan meluncur ke lapangan dimana rombongan sudah menunggu. Kegiatan sehari itu benar-benar berada dibawah teriknya sinar matahari, dan hasilnya kulitku gosong booooo.
Tiga hari kemudian pergi ke klinik kulit di rs mrm. Kemudian dokter memberikan tiga macam krim wajah dan sebotol susu pembersih yang digunakan pada malam dan pagi hari. Sebelum menggunakan krim-krim tersebut aku disarankan untuk facial terlebih dahulu, supaya mengangkat sel-sel kulit yang sudah mati.
Mulai deh kegiatan poles memoles wajah dari pagi waktu mau berangkat kantor dan bersihin wajah setelah sholat isya dilanjutkan dengan mengoleskan krim yang diberikan dokter kemarin. Tiga hari kemudian mulai terasa sedikit lebih halus, tapi mulai timbul rasa agak panas setiap kali membersihkan wajah dengan susu pembersih. Rasa panas tidak kuhiraukan, karena begitu selesai mengoleskan susu pembersih langsung kuhapus dengan waslap yang telah diberi air hangat terus disiram lagi dengan air dingin. dan masih juga harus dioles dengan krim lagi…… mulai bosan nih, tapi mau apa lagi, dari pada gosong.
sepuluh hari berlalu, sabtu berangkat lagi konsul ke dokter yang merawat. ternyata semua krim malam dan susu pembersih harus dihentikan pemakaiannya, karena kulit wajahku tergolong sensitive dan diganti dengan krim anti alergi, namun pagi sampai sore tetap menggunakan krim pelindung dari sinar matahari.
setelah sepuluh hari kemudian aku baru bisa mengunjungi dokter yang lokasinya lumayan jauh dari rumah. Masih menurut dokter yang sama, kulitku juga sensitive terhadap sinar matahari….. wah tinggal di negara tropis kok punya kulit sensitive, emangnya tinggal dikutub… bikin tambah sebel ajah nih. Kembali dokter memberikan advise untuk mencuci wajah cukup dengan air dan tetap menggunakan krim penghalus wajah di malam hari dan krim tabir surya di pagi sampai sore hari. Hari pertama masih kupoles nih pake krim penghalus….. tapi malam selanjutnya, sudah mulai bosan memoles wajah, apalagi sekarang warnanya sudah kembali seperti dulu, tidak putih tapi juga tidak coklat kehitaman….. sudah normal seperti biasa.
kemarin sih dokternya menawarkan feeling untuk memutihkan wajah, tapi tidaklah yauuuu. tidak perlu menjadi putih, karena aku tidak mau mengubah penampilanku yang biasa menjadi beda. Kecuali kalo sekarang menjadi sedikit lebih feminim dari biasanya, itu boleh….. karena aku memang terlahir untuk menjadi wanita.
“Bukankah Alloh menciptakan kalian dari berbagai jenis, agar kalian dapat bersyukur atas kelebihan yang kalian dapatkan dari yang lain.” kebayang kan kalo di dunia ini tidak ada orang yang kulitnya hitam….. terus mana yang bisa dibilang cantik…… mana yang bisa dibilang tampan…..
Add comment July 24, 2008
Pengambilan Keputusan
suatu ketika kita akan dihadapi pada sebuah situasi dimana harus diambil sebuah keputusan untuk melanjutkan perjalanan hidup selanjutnya. Pada saat itu banyak hal yang menjadi bahan pertimbangan dan akan ada skala prioritas yang menjadi acuan. Banyak hal yang mungkin akan terjadi akibat pengambilan keputusan itu, dan itu bisa jadi berakibat positif atau juga negatif. Banyak pihak yang juga masih harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan, terutama sekali dalam hal ini diprioritaskan kepada diri sendiri sebagai individu, kemudian berlanjut pada orang-orang disekitar kita, seperti pasangan hidup, anak-anak dan keluarga. atau mungkin hal pertama yang harus dipertimbangkan adalah ketentuan yang telah diturunkan Alloh SWT.
Pre-event dalam pengambilan keputusan ini harus dipelajari dengan matang agar ketika keputusan diambil maka akibat yang terjadi tidak banyak merugikan kita. Sebagai contoh, ketika kita memutuskan untuk memulai suatu perayaan maka kita harus mempelajari apa yang mesti dilakukan untuk mensukseskan acara tersebut, apa tujuan dari perayaan tersebut, dan berapa banyak pihak yang akan ikut ambil bagian dalam acara tersebut. Kemudian kita mulai mengorganisir pihak-pihak yang berkepentingan untuk melakukan kegiatan dan menghimpunnya dalam suatu wadah yang dapat dikontrol.
Ketika keputusan diambil, maka event yang dimaksud dapat berjalan sesuai rencana. dan terakhir adalah ketika acara telah selesai, akibat yang timbul menjadi suatu kepuasan yang selain berdampak bagi sang pengambil keputusan dan pihak lain yang terkait.
Bagaimana ketika kita dihadapkan pada suatu kejadian dimana pengambilan keputusan harus dilakukan dengan tergesa-gesa? dapatkah keputusan yang kita ambil menjadi suatu kepuasan bagi diri sendiri sebagai individu yang selalu ingin survive, bagi pasangan hidup dan bagi keluarga? apakah keputusan yang diambil akan mempunyai dampak positif bagi orang yang terlibat didalamnya? bagaimana seandainya keputusan yang diambil ternyata membuat pihak tertentu merasa dirugikan atau bahkan melukainya?
Jika keputusan yang diambil ternyata adalah demi tidak terjadinya pelanggaran terhadap statemen yang telah digariskan dalam kitab suci, maka hendaknya dikaji kembali apakah benar keputusan yang diambil dan apakah pelaksanaannya dilakukan dengan cara yang yang benar atau harus ditinjau kembali.
namun kadang ego kita sebagai manusia yang juga mahluk Tuhan tidak ingin menjadi lemah atau menjadi merasa kalah karena harus meninjau keputusan yang telah diambil. karena kita akan berlogika seandainya hal ini begini, maka akan berakibat begitu dan seterusya. Namun hendaknya pengambilan itu dilakukan secara bijak, agar pihak yang dirugikan tidak merasa terzhalimi. Sehingga pelaksanaannya menjadi lebih baik dan membawa lebih banyak kebaikan daripada kemudharatan.
wallohua’lam bishowab.
Add comment July 15, 2008
ternyata berbeda
seorang rekan kerja menceritakan sebuah buku bagus yang harus kubaca, kalo ga salah judulnya “why Men can’t hear and women can’t read map”. dibuku itu diceritakan bagaiman setiap karakter gender mempunyai kemampuan yang khas yang tidak dimiliki yang lainnya, sehingga apabila ada yang ingin menyamakan kedudukan antara lelaki dan wanita dalam status yang sama, itu merupakan kesalahan terbesar yang mereka lakukan, karena cara pandang dan kemampuan otak keduanya sangat berbeda.
berkaitan dengan buku itu pula, ada dua teka-teki yang dijadikan acuan bahwa pandangan laki-laki dan wanita berbeda. Gambar pertama menunjukkan beberapa bentuk. Aku diminta untuk mengatakan bentuk gambar yang kulihat. Menurut penglihatanku yang ada dalam gambar itu adalah bentuk bangunan yang ga jelas. kemudian dia menjelaskan bahwa jika gambar ini dipandang oleh cara pandang perempuan akan terlihat bacaan play, sedangkan laki-laki tidak dapat menemukan maknanya karena pandangan laki-laki fokus pada bidang hitam di gambar tersebut. lho kok bisa, padahal aku bukan laki-laki…
kedua, ketika dia meminta untuk menjelaskan gambar berikutnya, aku menyebutkan yang terlihat adalah gambar perempuan muda mengenakan syal bulu. Dia tertawa lagi, karena menurutnya itu jika laki-laki yang memandang, sedangkan perempuan biasanya menggambarkan ini adalah gambar perempuan tua yang mengenakan syal, beberapa cewek yang gue tanya jawabnya juga bergitu…..lho kok bisa (lagi). Jadi apa sebenarnya pandangan mata atau fungsi otak keperempuanku berbeda dari kebanyakan perempuan?
dari kedua percobaan itu tidak berarti bahwa aku adalah perempuan dengan karakter laki-laki, juga tidak berarti ada kelainan yang harus ditanggapi dengan serius.
Add comment July 14, 2008
| Previous Posts |