Posts filed under 'curahan hati'
Mereview Kembali
tadi pagi sempet kaget baca tulisan di milis yang dikecil-kecilin. Wah gw jadi merasa ga enak banget. Memang sih salah gw juga kenapa harus menyampaikan apa yang gw rasa kepada orang yang tidak berhak. tapi sekali lagi tapi gw juga punya alasan kenapa gw melakukan hal itu. Gw mereview kembali hari-hari gw yang sudah lewat. menelaah apa yang sebenarnya gw cari dan jadikan alasan buat membenarkan kelakuan gw pada waktu itu.
dimulai dengan sesuatu yang memang aneh, dan gw sendiri menolaknya. Itu mulanya kesalahan gw, mestinya gw bukan melawannya tapi memberika ruang dan tempat yang bener kemudian mencari penyelesaian yang bener juga. Semakin gw lawan dia semakin membesar dan menguasai hati gw. masih berlanjut dari pencarian pembenaran gw juga sibuk dengan dunia di sekeliling gw yang kayaknya lagi butuh bantuan pemikiran dan tenaga gw…. (sok dibutuhkan booo). sampe gw nyaris melupakan apa yang ada di diri gw sendiri.
kemudian gw tetap berusaha buat menyelesaikan semua dengan cara gw, taaaaaapiiiiii ternyata gw salah lagi, gw ga bisa menahan semua sendiri, apalagi dia juga mengikuti perkembangan yang terjadi…. gw salah lagi membiarkan ada orang yang masuk secara beneran…… salah melulu.
kemudian gw merasa dekat, diperhatikan dan tentu aja seneng karena memang impian gw itu tidak berbeda dari wujud nyatanya…. duuuh Gusti, kok bisa yah, padahal sumpah berani kaya kalo gw ga pernah melintas dalam hidupnya. Nah ini yang paling besar kesalahan yang gw bikin buat diri gw sendiri.
kemudian gw mendapat kejutan yang memang membuat gw terkejut dengan sempurna…… tapi ternyata keterkejutan gw ga berakhir disitu. Sepuluh hari kemudian, setelah selesai sesuatu yang gw anggap “ruar biasa” (gw ga ngerti apa yang gw rasa waktu itu, karena gw merasa seringan seperti kapas yang mudah dihembus angin dan angin dapat menerbangkannya kemana ia mau). sebenarnya sih mungkin biasa aja buat orang di luar sana, tapi buat gw…… gw yang merasa itu ga boleh terjadi atas diri siapapun dan atas nama apapun…. gw yang ngerti batas yang biasa gw lakoni dalam hidup gw…
Ups, gw melambung terlalu tinggi, dan keterkejutan yang lebih sempurna telah menanti gw dengan sempurna juga. Masya Alloh, kesadaran gw muncul dengan cepat, tapi gw juga harus melawan arus yang mengalir deras di hati, beraaaat bo, tapi gw harus berjuang. Kalopun gw harus jatuh bangun, harus nangis bombai, harus kuat karna ga nafsu makan , harus ikhlas karna ga bisa tidur, gw harus sadar diri….. haruuuus… Ya Alloh, lindungilah diri ini dari godaan setan yang terkutuk. Setan-setan akan tertawa kalo gw kalah, dan gw harus kuat, bukan untuk siapa-siapa, karena gw ga suka diketawain, gw ga suka diomongin dibelakang hari, gw ga suka diejek, dan gw tahu banget kalo gw bisa keras untuk memenuhi keinginan gw, meskipun dengan cara yang sangat keras atau sangat lembut.
akhirnya gw memutuskan mulai hari ini, detik ini, di atas tuts keyboard ini, gw sudah melepaskan diri gw dari jeratan setan yang mengiming-imingi gw dengan hal-hal yang semu. gw sudah menghapus dari kontak memori gw sebuah nama yang tadinya pernah menjadi obsesi dan memberi sinar terang dalam hidup gw.
meskipun dia pernah memberi sinar, tapi mungkin sebatas bintang pagi yang bersinar di ufuk timur dan tenggelam kala mentari menyinari bumi…. keindahannya terbatas dan tak ada yang lebih bermanfaat dan membawa berkah bagi penduduk bumi kecuali matahari yang sebenarnya….. matahari yang bersamanyalah muncul cahaya dan tak akan pernah pudar, hingga dunia berakhir dalam tiupan sangkakala.
mudah-mudahan dengan cara menghilangkan semuanya, dunia yang dimiliki tetap pada tempatnya, tak bergeming sedikitpun dan tak perlu lagi mencari makna yang tertulis malu-malu. mungkin waktu akan menempatkan dimana posisi yang baik diantara keduanya.
Ragunan, July 21st, 2008
Add comment July 21, 2008
lupa
Add comment July 21, 2008
Matahari
matahari
memberi sinar dimuka bumi
memendarkan cahayanya sepanjang waktu
membaginya dalam radius waktu yang telah ditetapkan
yang sejak kecil sampai sekarang kupuja
ketika terbit atau tenggelam
dengan spektrum warnanya yang mempesona
kusapa kau dengan matahari
muncul begitu saja di jemari ketika pagi menyapa
waktu bergerak mendominasi dari pagi hingga petang
dimana boleh kusapa dan kudengar
selebihnya adalah tak pasti
matahari, begitu setiap hari
memberi semburat warna jingga di duniaku
memendar mengelilingi lubuk yang terlindungi
inspirasipun mencuat
tertuang dalam prosa-prosa penuh makna
yang hanya bisa dimengeri segelintir jiwa
Add comment July 8, 2008
Tak Terduga
Dimulai dari minggu yang menyenangkan sekaligus melelahkan, di sebuah tempat wisata yang tak begitu jauh dari ibukota. Aktifitas disini benar-benar menguras tenaga, mulai dari menghimpun anggota, berkoordinasi dengan pihak pengelola dan menyelesaikan tahap demi tahap acara. Padahal berangkatnya sudah agak siang dan matahari menyorot dengan kekuatan penuh, puanasnya rek…. dan sampai selesai acara dan berangkat untuk pulang ke rumahpun matahari seolah tak mau tenggelam atau sedikit saja mengurangi cahayanya agak wajah ini tidak terbakar.
Senin pagi serangan sinus di hidung membuat kepalaku pusing dan mata berkunang-kunang, tapi itu tidak membuatku bisa santai terkapar di tempat tidur. Dua mutiara kecil juga sedang menderita panas badan dan membuatku bingung. Mau apa yah hari ini…… semua terasa menjadi lebih berat dari biasanya.
Selasa berangkat ke rumah sakit haji, tempat terdekat yang masih bisa dijangkau agar cuaca yang panas tidak terlalu mengganggu. Setelah konsultasi dengan dokter, keduanya harus cek darah untuk memastikan apa yang menyebabkan panas ditubuh menjadi meningkat. Proses administrasi, bolak balik dari loket ke loket, dan akhirnya diambil darahnya. Alhamdulillah tak ada air mata yang mengalir, tak ada suara kesakitan yang keluar, semua berjalan lancar, walaupun paramedis yang mengambil darah agak grogi karena mataku tajam menatapnya untuk tidak membuat kesalahan menusuk jarum.
Setelah menunggu sekian lama, hasil laboratorium keluar dan kembali harus konsultasi ke dokter. Satu kena thipus dan satunya kena parathipus, dengan LED yang lumayan tinggi. Lalu kembali si bungsu harus di suntik untuk tes mantoux, setelah itu menerima resep dan menebus di apotik.
Rangkaian yang sederhana, tapi menyita banyak waktu dan tenaga. Selalu begitu dalam kunjungan ke rumah sakit, tak ada yang berubah, meskipun dokter yang menangani bergantian. Nyebelin banget.
Masih berlanjut di hari berikutnya.
Rabu, setelah selesai melaksanakan pekerjaan dan menyelesaikan urusan yang tertunda, kembali berangkat ke rumah sakit. Duh kenapa juga kecemete hitam harus ketinggalan di rumah, padahal jarak yang ditempuh lumayan jauh dan cuaca panas akan semakin menambah hitam wajah yang sudah terbakar ini…..
Menyusuri jalan yang 10 tahun lebih yang lalu tiap hari kulewati bersama shogun hitam kesayangan yang sekarang entah dimiliki siapa. Sepuluh tahun yang lalu ketika harus bersibaku dengan variabel X, variabel Y, sinus, cosinus, tangens…… yang bikin kepala ini terasa tak ada isi, kosong melompong di tiap rongganya. tak banyak perubahan yang berarti di jalan ini.
Perjalanan berlangsung cepat, karena lalu lintas tak begitu padat. Meski sempat bertanya, karena kok belum sampai juga. Prosedural lagi….. daftar ke loket pasien baru, lapor ke askes, lapor lagi ke loket, masuk poli deh. Lamaaaaa banget nunggunya. Untung ada yang nemenin meski cuma lewat sms. Akhirnya dapat giliran juga deh, meskipun di urutan terakhir.
Konsultasi kulit yang bermasalah, kering dan juga terbakar sinar matahari. Sekitar 10 atau 15 menit atau mungkin lebih, tahu deh, selesai dan masuk lagi ke ruang penanganan. Tapi harus ke loket askes lagi, karena takut loketnya keburu tutup.
Tiba-tiba ada suara yang tidak asing di telinga. Kubalikkan badan, ya Tuhan….. mengapa Kau kirim mahluk ini kehadapanku…. disaat seperti ini…. dalam keadaan normal aja aku belum merasa siap buat menyodorkan wajah di depannya, apalagi sekarang. Seribu atau mungkin kurang, yang kutahu hanya ada rasa senang, malu, bahagia, sedih, ingin berteriak atau mungkin memeluknya tapi yang justru lebih mendominasi adalah rasa malu yang sangat.
Sosok itu ternyata adalah bayangan yang sama dalam hati,berbeda dari gambar-gambar yang pernah kulihat. Atau mungkin karena mataku yang tidak berkacamata terpapar teriknya matahari sehingga tidak menampilkan visualisasi yang sebenarnya, atau bisa juga karena aku tak berani untuk melihatnya dengan jelas. yang pasti ada rasa senang bersamanya, rasa berdebar-debar yang mengubah kehangatan tangan menjadi sedingin salju lemari es. rasa yang harus segera disingkirkan karena ada lagi ritual pengobatan yang akan dilakukan.
Makan siang singkatpun terlaksana. Ada dorongan untuk melihatnya, tapi aku tak bisa melakukannya. dia begitu dominan menguasai keadaan, dan aku seperti anak kecil yang mendapat boneka kesayangan hanya bisa tersenyum dan tak mampu menguasai rasa yang membuncah.
Tapi waktu yang tersedia sangat singkat, dia harus segera pergi menyelesaikan tugas yang tertunda. Aku masih berdiri tapi seolah tak menapak di bumi. Kontrol diri ini lenyap bersama hilangnya sosok berkemeja putih. Dan rasa sedih dalam hati menguasai diri, seolah dia kan pergi selamanya, seolah angin enggan membawanya kembali…… melankolis banget siiiih. Padahal waktu masih panjang, masih ada hari esok, lusa dan 24 jam seterusnya. “who knows what will happen.”
Add comment July 8, 2008
Ada
Juni ketujuh 2008
Pukul 7 malam lewat 18 menit. Ada yang ga biasa nih, kata mbak Nina di smsnya tadi ada penyumbatan di dada, kalo menurut alat Tianshi ada penyumpatan di suatu tempat di dalam tubuh, tapi menurutku ada penyumbatan hati.
Membaca Tafsir Fi Zhilalil Qur’an yang sudah menunggu sejak 2,5 tahun terasa begitu nikmat. Meskipun bolak balik yang dibaca halaman 15,16,17,18,19 …… berkali-kali. Kalimat-kalimat yang tertuang begitu indah, bagaikan puisi dan sastra cinta. Suatu gambaran yang mendalam tentang rasa pasrah, harapan, kerinduan dan cinta kepada Sang Pencipta, Sang Maha Segalanya yang menjadi seniman teragung yang tak ada bandingnya.
Suatu kehidupan yang sampai hari ini belum mampu kucanangkan dalam kehidupan dan keseharianku. Kadang hati ini masih menyimpan, mengharap bahkan menginginkan sesuatu yang bukan milikku, bukan hak dan masih coba kudapatkan……kadang masih ada keinginan menatap pelangi yang indah untuk mewarnai hidup, agar tak hanya menjadi hitam putih dalam keseharian.
Bertahun bukan berabad, karena usia manusia jarang sampai seabad…. telah kujejakkan kaki dalam koridor panjang waktu, dalam kebersamaan, kesendirian atau keterlibatan yang bersyarat.
Pernah, kubergerak dalam keindahan waktu dalam kilauan spektrum cahara yang memendar indah. menuangkan warna dalam kanvas kehidupan……. merah, jingga, kuning, nila dan biru. tergores dengan manis ditempatnya. memanjakan mata yang menatap, membahagiakan hati dalam buncah besar, menuangkan kata lewat kertas berprosa cinta. Debur ombak dalam balutan senja yang memukau, sejuknya udara pegunungan dalam aroma teh, kemilau lampu kota yang membias dan cantik bagai istana kunang-kunang, dan kadang onggokan benda-benda bernilai jutaan rupiah yang mengelilingi.
Koridor waktu yang panjang, penuh norma, penuh etika mengukung untuk satu tujuan yang pasti. Namun kadang pengab dalam duka, kadang indah dalam bahagia.
Koridor waktu yang kuharap selamanya abadi. terus dan terus harus ditapaki dengan harapan tanpa celah.
Ketika tiba di penghujung waktu yang belum sempurna,
kulihat merah, jingga dan orange menyembul malu-malu.
aku terpana ………..masih samar.
kuterpaku ………… masih tak nyata
Ternyata langit di luar koridorku berwarna, mengungang kegelisahan yang tak tentu arah, mengajak untuk berhenti sejenak untuk menikmatinya.
Hm… senyumku mengembang sedikit, tak berbentuk lengkung.
Kuhitung apa yang ada di jari, kepala, dada dan jiwa. kudapati nilai terendah yang jauh dari sempurna. begitu kecilnya, hingga tak mampu mengangkat ke permukaan.
Sayup-sayup hati memanggil untuk istiqomah menapaki koridor waktu yang telah kupilih. tak ada yang salah disini, tak ada yang kurang dan tak ada yang mesti disembunyikan. perpaduan yang nyaris sempurna meskipun dengan syarat yang mengikat.
Tak ada alasan untuk menaungi jiwa dengan warna yang samar, dari celah jendela karna mentariku begitu hangat mengundang gairah kehidupan dalam arti sebenarnya, merangkul dalam kasih yang tak terbatas. Mentari yang mampu menghilangkan spektrum warna merah, jingga, kuning, nila dan biru.
Seolah ada sebuah magnet yang menarik karat-karat jiwa, dan semburat merah, jingga dan orange lebih menampakkan warna. sejenak masih ku terpaku dalam warnanya, dan masih juga aku berharap tak ada celah yang mesti kuintip, karena di luar sana bisa jadi begitu menggoda. bisa jadi memporak-porandakan norma-norma dan kaidah dari Sang Empunya Dunia. dan tetap tersisa tanya “Akankah bisa dituangkan dalam goresan di atas kanvasku, di sisi yang tak terjangkau oleh pandangan mata, tapi ada di kedalaman jiwa……”
There’s a shaddow
around in my mind
can’t to speak
can’t to talk to
nothing between us
nothing that can be share
nothing can be memories
but i knew
it’s something
but what’s it
a rhytme deep and deep in my heart
very gentle…….smooth
but maybe can replace
Ampuni aku atas semua ini ya Alloh.
Add comment June 18, 2008
kadang hati tidak selalu tabah
Sepertiga Februari 2008
Kadang ada kebosanan yang menyebar ketika seseorang menceritakan langkah-langkah yang diambil dalam menganalisa dan menyelesaikan suatu masalah yang sedang menimpanya. Apalagi kalau yang dibicarakan adalah hal yang sama selama berbulan-bulan. Seperti yang sekarang aku alami, dimana dua sahabatku yang berbeda gender mempunyai masalah yang nyaris sama dan penyelesaian yang mestinya sama, karena keduanya bermasalah dengan orang ketiga.
Semestinya aku tinggal mengkombinasikan pembicaraan antara keduanya dan mengungkapkannya dengan cara yang lebih arif dan bijaksana.
Ada beberapa hal yang bisa kuambil dari keduanya, yaitu bahwa apapun yang aku (atau siapapun) katakan sepertinya hanya menjadi angin sejuk yang berhembus untuknya pada saat diucapkan, dan akan menguap bagai embun terkena sinar mentari begitu kurun waktu bergulir menjauh. Setiap perkataan atau ungkapan yang keluar darinya hanyalah berupa curahan hati yang tak perlu ditanggapi atau dikomentari. Kita cukup mengatakan “ya…” atau “oo…” atau “begitu ya…” dan semua sudah cukup untuk membuatnya menjadi puas dan lega.
Curahan hati itu hanyalah untuk mengurangi penatnya hati dan jiwa menahan sesuatu yang tak dapat dibicarakan dengan leluasa, sulitnya menahan kebohongan jiwa yang akan berdampak melukai hati pasangan hidup, atau sekedar pengungkapan pada seseorang bahwa ada sesuatu yang lain, yang meminta perhatian lebih didalam hati dan jiwa namun tak bisa terealisasi dengan sempurna.
Maret 2008
Melihat perkembangan diantara keduanya, sangat terlihat perbedaan yang mencolok, meskipun keduanya mempunyai persamaan sebagai pemimpin. Pria maskulin sahabatku lebih memilih untuk mengungkapkan apa yang dirasakan, mencari solusi dan pemecahan serta dampak yang akan mengikuti dan melaksanakan semua dengan lapang dada. Dia melupakan orang ketiga dalam hidupnya dan kembali menjalani kehidupan seperti sebelumnya. Dalam hati aku bersyukur, ada satu masalah yang sudah terselesaikan.
Tidak demikian dengan sang feminim, kegundahan yang hampir membuat keluarganya berantakan (meskipun akhirnya menyatu lagi), lebam di badan dan pipi, serta potongan rambut yang acak-acakan seolah tidak berarti baginya. Rasa dalam hati itu lebih kuat dan mendominasi setiap langkahnya.
Kadang aku bertanya, kenapa tidak bermain cantik, membahagiakan hati orang-orang yang disayang tanpa melibatkan mereka dalam titik pertemuan yang mungkin membuka problem baru. Kenapa tidak menjadi bahagia di satu sisi dan merasa senang disisi yang lain. Membagi waktu dengan baik, dan memenej hati.
Juni 2008
Waktu bergulir terus dan tak ada perubahan yang berarti. Setiap hari selalu ada waktu untuk membicarakan hal yang sama, masalah yang sama, solusi yang sama dan tak pernah ada perubahan. Terasa sekali aku mulai bosan, sebel dan tidak menyukai persoalan ini. November 2007 sampai Juni 2008 bukanlah waktu yang singkat. Pembicaraan dilakukan berulang-ulang, baik langsung maupun via telpon. terasa sekali seolah kaki tak beranjak pergi, diam terpaku disana sementara bibir berbusa mengeluarkan seribu kata.
Maaf teman, ada kalanya kutolak ajakanmu untuk bertemu karena semua yang kita bicarakan tak berarti apa-apa bagiku dan bagimu, karna masih ada belahan jiwa yang menanti dengan penuh harap dan cinta yang memberi warna cerah dalam kehidupanku.
karena kadang hati tidak selalu tabah menjadi pendengar untuk sesuatu yang tak berubah.
Add comment June 18, 2008
Mahluk Halus di Rumah
Kamis pagi sebelum berangkat kerja adikku cerita kalau di belakang rumah, yang terdiri 4 petak kontrakan ada kuntilanaknya. Katanya sih, itu kuntilanak mengganggu istri penjual nasi goreng yang kebetulan lagi nunggu air mendidih sambil tidur-tiduran. Eh pas mau bangun tidur, kepalanya didudukin kuntilanak. Iseng amat yah, memangnya ga ada tempat duduk lagi, kepala orang kok didudukin. Ceritanya si kuntilanak itu dibacain surat Al-Ikhlas, tapi bukannya berdiri malah dia bilang “bisanya cuma segitu”. Marahlah istrinya penjual nasi goreng ini, sambil dalam hati baca ayat kursi dibentak kuntilanak itu “Bangun ga, nanti kantongnya diambil nih!” “Jangan, saya kan ga nakal, jangan diambil kantongnya.” jawab kuntilanak. Setelah itu istri penjual nasi goreng itu bisa berdiri dan segera menceritakan kejadian ini pada suaminya. Cerita berlanjut, kuntilanak itu katanya sering main ke rumah kontrakan itu dan tempat kediamannya adalah pohon rambutan yang posisinya tepat dibelakang rumahku di bagian kamar mandi. Setelah cerita selesai aku berangkat ke kantor, dan sepanjang perjalanan sampai kembali ke rumah di rongga otakku masih terekam dengan kuat, yang membuat aku kadang jadi takut sendiri. Malampun beranjak turun. Malam jumat. Entah kenapa malam ini terasa begitu hening dan sepi, udara juga terasa dingin meskipun sudah beberapa hari ini tidak turun hujan. Rasa takut mulai menghantui, baik aku, suami maupun anak-anak. Akhirnya aku putuskan untuk tidur lebih awal dari biasanya. Belum sampai jam sembilan malam semua sudah terlelap sempurna, begitu juga aku. Tengah malam pas jarum jam menunjukkan pukul 00.00 WIB aku terbangun. Kesunyian melingkup di sekelilingku. Suara besi yang sering terdengar dipukul dari bengkel depan tidak ada, suara tikus-tikus yang kadang bersliweran juga tidak terdengar. Tak ada bunyi cecak atau suara batu-batu kecil tempat kura-kura sering mengorek-ngorek, semua terasa hening, sunyi, senyap dan menegangkan. Udara dingin terasa disekujur badan, padahal malam-malam sebelumnya tidak seperti ini. Aku bangunkan suami untuk menemani berwudhu dan sholat. Selesai sholat baru terasa ada aliran hangat yang mengisi aliran darah. Entah bagaimana perasaan suamiku, karena dia cuma diam tak berbicara sedikitpun. Aku jadi ingat acara klenik di TPI yang menantang untuk berdiam di tempat-tempat yang dianggap angker untuk uji nyali. Malam sepertinya beranjak dengan sangat perlahan, sampai akhirnya kami tertidur karena memang rasa kantuk yang sudah tidak bisa lagi ditahan, hingga adzan subuh berkumandang. Alhamdulillah, aku bersyukur karena malam ini sudah terlewati dengan aman, walaupun penuh rasa takut yang mencekam. Berangkat pagi lagi kerja. Setelah senam pagi selesai, aku langsung konsultasi dengan seorang teman yang cukup ahli menangani MH ini. Tunggu sebentar, kemudian dia bilang bahwa kuntilanak itu memang sudah lama ada disana. Deg, terasa jantungku berhenti sejenak. Aku langsung mengingat kembali kejadian-kejadian aneh yang ada di rumah, seperti tiba-tiba ada orang di depan tapi dicari tidak ada siapapun, atau suara anak-anak berisik bermain bola, ternyata tidak ada yang main. Aku juga teringat kamar mandi belakang yang selalu saja ada tanah dalam kolamnya, padahal itu kolam sore dibersihkan tapi pagi sudah ada segumpal tanah merah disudut kolam. Konon kata temanku, tanah itu juga bukan tanah dari sekitar, tapi tanah dari kuburan …..hiiiii tambah merinding nih rasanya. Dengan penuh harap akupun meminta bantuan ke sekeliling, kepada orang yang dirasa bisa menangani hal-hal misterius seperti ini, sampai ke milis. Aku tak ingin kejadian seperti malam tadi kembali terulang di malam-malam selanjutnya. Aku tak ingin anak-anak merasa ketakutan dan hidup dalam suatu keadaan yang tidak kondusif. Setelah mendapat petuah, petunjuk dan sesuatu yang bisa menentramkan hati, akhirnya aku pulang ke rumah dengan damai. Menjelang malam, suasana memang terasa lebih hangat, tidak seperti malam kemarin yang sangat menegangkan. Hanya sekarang ada perbedaan, kamar mandi yang di belakang nyaris tidak lagi digunakan. Semua aktifitas kebersihan badan dilakukan di kamar mandi dalam kamar utama. Sampai pagi menjelang. Dengan langkah yang agak malas aku periksa juga tuh kamar mandi. Ketika aku melihat gumpalan tanah merah disudut bak mandi, dan aku merasa merinding disco…….. Ups biarpun ini sudh pagi, tapi aku cuma ditemani dua malaikat kecil, dan jika terjadi sesuatu….. tak ada pertolongan nih. Segera aku mengambil hape dan menghubungi teman. “Hallo….. help nih, aku kok takut banget yah, ayo dong dilihat ada apa sih sebenarnya di rumah ini. Tuh tanah merahnya ada lagi di bak mandi. Ayo dong help, dibersihin lagi deh kalo masih ada yang nongkrong disini….. serem tau….” aku sudah memberondong dengan cepat begitu terdengar kata halo dari sana. “gak ada apa-apa, tenang aja. di situ memang ada energi bumi, tapi kayaknya besar banget dan memang energi yang keluar itu negatif. Di bawahnya ada septictank ga? sebab gue lihat kayaknya pekat banget disitu?” “Ada, dibawahnya ada septictank.” “Nah itu makanya disitu suka ada tanah merah, sebab ada lubang tikus didekat situ. Energi bumi itu tidak bahaya dan biasanya mahluk halus ga berani masuk kesitu. Yang gue takut disitu malah banyak tikus dan ular, soalnya dua mahluk itu pasti tertarik ke arah sumber energi bumi.” “Tikus memang ada, kalo ular mudah-mudahan ga ada. Iya memang ada lubang tikus di samping kamar mandi. Lalu efeknya apa dengan adanya sumber energi seperti itu?” “Biasanya sih tidak ada apa-apa, cuma efek di sekitarnya kurang bagus karena ada septictank di bawah yang ikut terbawa dalam pancaran energi. Biasanya mahluk halus sih suka ada tapi cuma di sekitarnya doang, ga berani kalo sampai masuk ke pusat energi yang keluar.” Dari pembiacaraan yang berlanjut terus, aku dapat menyimpulkan bahwa memang ada sesuatu yang tidak seharusnya ada disana. Jika energi bumi itu memang ada, maka akan berdatangan mahluk halus di sekitarnya dan itu berarti adalah rumahku. Gimana yah cara menyelesaikan masalah seperti ini? Sepertinya ada hal lain yang harus aku pelajari nih. Beberapa hari kemudian, perasaan takut sudah mulai menipis. Malam-malam berlanjut dan aku tetap bisa terlelap tidur, itu berarti tidak ada guncangan bathin. Meskipun kadang aku masih mendengar suara dug dug dug, bunyi pintu kamar mandi ditutup, atau suara orang bersiul. Dan setiap kejadian yang aku alami tidak lagi kuceritakan sama orang-orang di rumah, tapi dikupas habis di kantor. Semoga Alloh selalu melindungi kami sekeluarga dari gangguan mahluk halus dimanapun kami berada, baik gangguan yang disebabkan karena melihat, mendengar ataupun merasakan kehadirannya dan kejahatannya. Aaamiiin ya Robbal alaaamiiin.
1 comment April 30, 2008
HUJAN DI SORE HARI
5 Maret 2008
Hujan datangnya kok sudah sore yah, padahal sebentar lagi waktunya bubaran kerja nih. Kalo mau menembus hujan yang lagi deras begitu harus punya tameng yang kuat, seperti jaket tebal, jas hujan, helm dengan penutup wajah, sepatu boot yang tingginya selutut dan tentu saja sarung tangan kulit yang tidak tembus hujan, baru deh bisa meluncur dengan tenang di atas Yamaha MX kesayangan.
Namun hari ini….. aku cuma membawa jaket yang tipis, sarung tangan wool dan tidak membawa jas hujan. Sepertinya aku tidak akan sanggup mengusir hujan dan angin dingin yang akan menghujam di sepanjang perjalanan.Lagi pula badanku belum kembali fit, flu masih belum mau meninggalkan badanku sudah sejak dua minggu yang lalu.Belum terkena hujan dan angin aku sudah kedingina, apalagi kalo kena hujan yaa…
Hari semakin sore, satu persatu personil sudah meninggalkan kursi masing-masing untuk pulang ke rumah. Aku masih asyik menulis e-mail di depan kompi, sambil berharap hujan segera reda. Tunggu di tunggu tetap aja hujan tidak juga berhenti, tapi mulai berkurang dan aku juga sudah mulai kangen kepada anak-anakku yang ada di rumah. Akhirnya aku meluncur juga menerjang hujan walaupun dengan tameng yang tidak cukup untuk membentengi diri……
Jalanan macet dan banyak lubang yang tergenang air. Aku berusaha keras untuk dapat menerobos jalan dengan menyalib ke kiri dan ke kanan. Setelah melewati pasar rebo jalan mulai lancar, dan aku mulai menaikkan kecepatan motorku. Sayang sekali ketika sebuah Metro Mini ada di depanku aku tidak memperhatikan ada lubang yang lumayan besar tapi dangkal, akhirnya aku kejeblos dan sedikit oleng. Alhamdulillah, tidak terjadi apa-apa. Sekitar 25 menit aku di atas sepeda motor dan sampai di rumah dengan selamat.
Alhamdulillah ya Alloh, untuk hari ini.
Untuk semua yang sudah terlewati tanpa ada halangan yang berarti.
Alhamdulillah untuk selalu berada dalam lindungan-Mu, ya Alloh.
Amin.
Add comment March 6, 2008
Ibadah Haji
Baca berita di detik, tentang prasmanan membuat ibadah haji “al-hajj” jadi tidak konsentrasi, membuatku merasa ada kerinduan yang sangat mendalam untuk dapat sampai kesana. Entah sudah berapa dalam keinginan itu begitu menggebu sehingga membuat jiwa ini terasa lemah dan penuh keinginan yang hampir tak mampu lagi dibendung. Apa daya, pergi haji bukan cuma sebuah keinginan, tapi juga sebuah rencana dan persiapan yang matang. Sesuatu yang harus dimulai dari sekarang untuk di masa mendatang.
Begitu kuatnya keinginan ini sehingga aku terhenyak dan merasa terbangun dari mimpi yang tak dapat kuraih. Ya Alloh, akankah Kau izinkan hamba-Mu yang penuh nista dan berbalur dosa ini menginjakkan kaki kesana? Akankah Kau berikan kesempatan kepadaku untuk menyambangi rumahMu yang penuh berkah? Akankah Kau limpahkan rezeki untuk memudahkan langkah kakiku kesana? Meskipun dalam rasa malu yang sangat aku juga berharap aku mampu bersama orang-orang yang kucintai berada di tanah haram-Mu yang penuh kenikmatan dan keridhoan dari Mu. Ampunilah ya Alloh, jika keinginanku terlalu berlebihan, terlalu banyak dan terlalu mengada-ada. Tapi aku sangat yakin, bumi ini adalah kepunyaan-Mu, dan segala kemudahan ada di tangan-Mu. Amin.
Add comment November 20, 2007
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
1 comment August 14, 2007