Naik Jabatan
February 25, 2009
rh241
Hari ini ada pelantikan eselon IV dan eselon III di aula kantor tempat saya mengabdi….. aduh masih pantes ga yah menulis kata mengabdi, karena pada kenyataannya bukan saya mengabdikan diri pada negara tapi negara memfasilitasi keinginan saya…. apasehh..maksud saya, di sela-sela luang waktu pasti saya sempatkan untuk sekedar say hello lewat e-mail atau menuangkan perasaan lewat tulisan di blog saya…. ampun ibu pertiwi… ternyata di bumi Indonesia ini saya belum bisa mengabdi untuk kebaikan dan kesejahteraan anak bangsa.
Lanjut ke pelantikan. Ada seorang eselon yang hari ini tidak bisa menghadiri acara pelantikan tersebut karena hari ini dilimpahkan tugas untuk mengajar menggantikan seseorang yang dilantik. Sebenarnya ini bukan masalah atau bukan sesuatu yang patut untuk dibicarakan, hanya saja pada waktu ketika seseorang itu meminta ijin untuk menukar hari…. kok alasanya ada keperluan keluarga??? Bukankah bisa berterus terang bahwa besok saya harus menghadiri pelantikan diri saya yang dipromosikan menjadi eselon III. Kan lebih fair, dan tidak mengada-ada.
Lalu mengingat kembali siapa yang dipromosi dan dimutasi dan siapa yang mempromosikan/memutasikan…… saya kembali berfikir, apakah benda tebal yang bernama “duk” sudah tidak bisa digunakan lagi? Sudah tidak bisa dijadikan acuan untuk memilah dan memilih dengan lebih obyektif, siapa dan mengapa bisa ditempatkan pada posisi yang dituju.
Waduh, saya kok jadi merasa sok pinter yah….. padahal saya hanya ingin menuangkan sekian banyak suara dan pertanyaan dari saya dan rekan-rekan yang kecewa dengan keadaan yang semakin tidak menentu dalam mengambil kebijakan di instansi ini. Tapi apakah ini penting….?? Tentu tidak karena “siapa” menentukan “bunyi/suara” atau dengan bahasa sastranya …. “bunyi dilihat darimana keluarnya, baru bisa dinilai, bukan dari apa yang dihasilkannya” …… demikian sekilas info.
PS :
Buat yang mengemban amanah, semoga bisa menjaga dan menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya, karena “anda” diawasi langsung oleh 2 malaikat di kanan dan kiri bahu “anda” setiap saat.
Entry Filed under: job
3 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed
1.
Ssi. | March 5, 2009 at 7:22 am
Dalam kehidupan naik dan turunnya suatu jabatan itu adalah hal yang biasa terjadi di dunia ini dan kita harus siap menerimanya. Secara pribadi mungkin kita akan berusaha seperti itu, namun dalam fakta kehidupan sehar-hari terkadang agak sulit menghadapinya. Apalagi bila hal itu terjadi pada diri sendiri dan kita sudah bisa meraba penyebabnya dan ditambah fakta tidak kesatria seseorang mengungkapkan apa yang dia peroleh, dimana sebenarnya kita sendiri mungkin sudah siap menerimananya dan tidak menuntut kita harus dapat. Yah disitulah adanya kehidupan yang dinamis dan tidak statis, dan kita terus akan diuji dan dituntut untuk besabar dan bertanggung jawab apa yang sudah kita dapat dan peroleh. Memang ketika kita yang sedang menghadapi terkadang hati galau(bingung) dan gundah-gulana.yah semoga kita menjadi manusia yang sabar dan periang, penuh tawa dan canda melihat kehidupan didunia ini yang lucu-lucu. Untuk itu kita coba lihat dunia lain yuu yang lucu-lucu, agar bisa tertawa “haa haa haa haa”. Kapan yaa ?
2.
rh241 | March 5, 2009 at 8:39 am
saya memandang dunia ini dengan kacamata yang paling indah…. jadi seberat apapun langkah yang harus dijalani saya selalu mencoba melaksanakannya dengan damai dan senyum mengembang….
Jadi banyak keindahan dan kelucuan yang bisa didapat dengan cara pandang yang seperti itu. Bila suatu ketika terjadi hopeless… itu menunjukkan bahwa manusia tidak bisa sempurna dalam melakukan kehidupan… so enjoy your life.
RH 241
3.
Ssi. | March 10, 2009 at 7:26 am
Betul manusia itu tidak sempurna, hanya Dia yang disanalah yang maha sempurna dan mau mengerti dan memahami mahluk-Nya yan ada didunia ini. tetapi terkadang kita lupa bahwa kita tidak sempurna tetapi egonya seolah paling sempurna dan manusia lain banyak berbuat salah. Apa perlu yang mememberi peingatan itu yang maha kuasa. hati-hati. Cari cerita lain dong yang lucu-lucu dan membuat kita tertawa dan murah senyum.