Archive for January, 2009
galau
hari ini,
tak jua kutemui sebaris kata
atau tanda
atau apapun dari mu
yang menunjukkan bahwa kamu ada disini
membuka satu demi satu kata yang mengalir dari jemariku
atau sekedar mengetahui keberadaanmu
dan mengeras hati dalam galau
menitik tangis dalam relung yang tak bergema
bahkan tak pernah tampak meski di mata
galau yang mendera
adalah duka yang tak pupus oleh tawa
juga tak sirna dalam canda
galau ini….. mendera jiwa
bilakah hadirmu kembali????
Add comment January 29, 2009
Dinding Terkena Minyak Goreng
Pernah mengalami kejadian dinding terkena atau kecipratan minyak goreng? Saya pernah mengalami hal seperti ini . Ketika itu rumah yang ditempati belum cuma ada dua kamar yang dinding penghubungnya juga belum dibuat, apalagi dapurnya….. wuih masih jauh banget bro. Akhirnya kegiatan masak memasak dilakukan di kamar depan dan tidur dibagian belakang. Alhasil dinding itu kecipratan minyak untuk menggoreng.
Awalnya sih tidak jadi masalah, karena ketika kamar itu sudah digunakan sesuai fungsinya bercak-bercak di dinding tertutupi oleh tempat tidur. Namun ketika saya menggeser posisi tempat tidur baru kelihatan bahwa warna dinding tersebut tidak sama dengan dinding yang lainnya.
Ketika melihat ke plafon yang mestinya berwarna putih saya juga merasa kecewa karena disana ada bercak-bercak air hujan yang terjadi ketika pembuatan talang yang salah mengakibatkan kebocoran yang besar. Warna coklat dan kehitaman mendominasi bagian-bagian yang terkena air.
Akhirnya pulang kerja mampir ke toko bangunan, beli cat minyak warna putih, kuas, kape, dan amplas. Sampe di rumah langsung buka atribut ganti celana pendek dan kaos, pasang penutup mulut dan hidung, pakai kaca mata bening, bongkar tempat tidur, ambil tangga dan mulai deh kerja…. Pertama kali yang harus dilakukan adalah membersihkan plafon dari jamur dan kotoran-kotoran yang menempel dengan menggunakan kape, lalu di amplas sedikit dan mulai deh dipoles dengan cat minyak. Selesai urusan dengan plafon turun lagi ke dinding….. amplas bagian dinding yang terkena cipratan minyak dan poles lagi dengan cat minyak. Warna dinding yang semula biru menjadi belang-belang putih terkena cat minyak.
Berbeda dengan mengecat besi yang cepat kering, ternyata cat minyak yang dipoles ke kayu maupun ke dinding tidak cepat mengering. Jadi hasilnya masih menunggu sampai besok lagi. Biasanya setelah dicat kembali dengan cat tembok yang baru warna belang akan segera hilang. Tinggal memikirkan warna apa yang baik untuk mengganti warna biru….. hmm pink mungkin lebih romantis..
Add comment January 29, 2009
Fatwa MUI Rokok Haram
Beberapa media menulis tentang Fatwa MUI yang menyatakan bahwa rokok itu haram untuk anak-anak, remaja dan ibu hamil. Berbagai macam tanggapanpun bermunculan, ada yang mestinya fatwa itu ditujukan untuk pemerintah, ada yang mendukung tapi ada juga yang mengatakan bahwa fatwa itu akan mandul dalam pelaksanaannya seperti pada Perda DKI tentang larangan merokok di tempat umum.
Merokok pada dasarnya bukanlah kebutuhan pokok setiap orang, dan hanya orang-orang tertentu yang memang mempunyai kebiasaan dan cenderung menjadi kecanduan rokok. Jadi kalo ada orang yang beranggapan bahwa merokok adalah hak pribadi seseorang itu sudah pasti benar. Namun setiap perbuatan ada konsekwensi yang menyertainya yang bisa jadi berakibat bagi dirinya sendiri dan kadang berakibat pula bagi orang lain.
Merokok adalah suatu hal yang dianggap penting (karena para perokok akan rela tidak beli makan, asal bisa beli rokok) bagi perokok, namun asap yang keluar dari rokok itu tidak dapat dinikmati sendiri atau dihabiskan sendiri olehnya. Asap rokok akan terus mengepul bersama udara dan akan berhembus bersama angin. Sedangkan dibumi ini sang perokok tidak hidup sendiri, akan ada ribuan lubang hidung dan paru-paru yang menarik udara yang mengandung asap tersebut.
Disinilah mulai terjadi dampak yang kurang menguntungkan bagi orang yang tidak merokok (perokok pasif tanpa sengaja), karena oksigen yang diharapkan masuk, malah racun rokok yang tersedot. Hampir dapat dipastikan bahwa para perokok ini tahu kandungan racun yang terdapat dalam rokok, yang kadang membuat mereka (para perokok) tersenyum geli karena racun knalpot dan pembuat bom atom pun ada dalam racun rokok.
Memang jika dilihat kandungan racun yang terdapat dalam sebatang rokok sangat kecil jumlahnya, namun jika dilihat dari jumlah rokok yang dihisap maka jumlah kandungan racun akan terus meningkat.
Jadi memang diperlukan kesadaran, niat dan keinginan yang kuat untuk dapat berhenti dari merokok. Kesadaran ini bisa timbul karena memang ada keinginan atau niat untuk berhenti, atau karena suatu musibah yang disebabkan oleh racun rokok ini telah menimpanya.
Fatwa MUI bukanlah suatu yang main-main sifatnya, karena sebelum dikeluarkan suatu fatwa tentu sudah dianalisa dampak buruk yang timbul dari merokok, asal hukum, illat, hukum cabang dan pengambilan kesimpulan yang kemudian keluar menjadi fatwa.
Semoga para perokok menyadari arti penting sebuah tarikan nafas bagi manusia lainnya….
Add comment January 28, 2009
Jangan Pernah….
jangan pergi,
meskipun hanya sebentar saja
diamlah tetap dalam hatiku
meski tak tahu apakah kan mempunyai makna yang berarti
atau hanya beku dalam kediamanmu
jangan pernah pergi
meski dalam remang
dapat kuraba kehadiranmu
dapat kurasa penglihatanmu
dapat kurengkuh kokoh jiwamu
meski
berganti gerhana dalam hidup
berganti terang dan gelap
berganti hujan dan panas
aku tetap bertahan
dalam keadaan yang sama tentangmu
jadi diamlah disitu
dalam relung yang tak tembus kasat mata
dalam taman yang tak terhiasi kata
dalam hati yang tersimpuh doa setiap waktu untukmu
jangan pernah pergi….. cintaku.
Add comment January 28, 2009
Kombinasi
Tahun sudah berganti, purnama sudah bergulir sekian kali di semester ini, minggupun tak lagi ingin menepi di sebuah keramaian yang memungkinkan terjadinya interaksi.
Cakrawala enggan pula bersahabat dengan penghuni bumi. Siang yang meranggas dengan lekukan malam yang dingin menggigit, sementara serangga seakan tak berhenti berjuang untuk mencari penghidupan yang kian terasa berat.
Kutatap cermin yang memantulkan sebentuk wajah dalam pias dan letih yang mendera. Ada sebentuk luka yang belum juga mengering dan terus menyelinap dalam perputaran daya pikir dan imajinasi. Nyaris menutup setiap gerak yang terpancar dan membekuknya untuk terdiam tanpa daya.
Rindu pada matahari yang membiaskan kelembutan sinarnya dalam desau angin pagi, bukan belutan awan hitam yang menggantung di sepanjang hari tanpa cahaya. Rindu pada suatu ketika dimana jiwa masih mengendap dalam lorong hangat tanpa warna merah jingga. Rindu pada suatu ketika dimana secret code tak pernah ada dalam getaran nada.
Semester terlewati, dimana purnama enggan lagi tuk menyeruak lewat kaca jendela di kamar depan. Tertutup tirai-tirai mencoba tuk menahan segala warna yang menyertainya. Pernah menikmati purnama membuat terkapar dan menghambat aliran oksigen ke paru-paru dalam rongga nafas yang mengecil tanpa sebab, setelah 18 tahun tak pernah terjadi.
Tahun in, beranjak pada fase menuju kedewasaan yang semestinya terlewati, dan jalan ini terasa mengikat kaki pada bandul puluhan kilo yang membuat langkah tertatih. Sepi meranggas dalam kerlip lampu malam dan ocehan mulut tanpa dosa. Telinga tak sempurna mendengar dengan kombinasi otak yang fokus pada kesamaran, mencoba menembus lapisan yang tak tahu entah berapa jauh dan ketebalannya. Ada rasa yang tertuang tanpa wadah.
ketika purnama tertutup awan mendung.
_
Add comment January 10, 2009
Jalan sempit berliku
Hari itu saya ingin menghadiri resepsi perkawinan salah seorang teman yang meskipun bisa dibilang akrab, tapi tak dekat. Bagaimana mau dibilang dekat, karena bertemupun baru sekali, tapi bisa dibilang akrab karena hampir setiap hari menjalin komunikasi dunia maya alias ngenet.
Kali ini saya hanya berdua suami, karena kebetulan anak-anak sedang tidur dan ada yang menemani mereka. Wah asyiknya bisa berduaan, bisa bebas sebentar dari gangguan buah hati dan bisa ngobrol ngalor-ngidul tanpa ada intrupsi mendadak.
Ditengah perjalanan saya baru menyadari kalau saya hanya memakai sandal karet bukan sepatu atau selop, pas saya melihat ke kaki suami saya, ternyata suami memakai sandal juga (tapi masih bagus pake sandal kulit)…… lho kok bisa sama sih? Ternyata suami saya menyimpan sepasang sepatu di bagasi. Wah tinggal saya nih yang jadi merasa aneh sendiri.
Sebenarnya sih saya tidak malu memakai sandal karet ke acara apapun, tapi karena saya tidak berangkat sendiri, jadi saya akan merasa sangat bersalah kalau orang yang jalan di sisi saya merasa malu dengan penampilan saya yang tidak sepantasnya. Saya jadi teringat dengan seorang perempuan yang berkenalan di busway yang pakaiannya modis, dandanannya oke tetapi harus memakai sandal jepit karena hak sepatunya copot di tengah jalan.
Untungnya keluar dari pintu tol masih melewati pasar tradisional. Pasar yang semakin kurang diminati oleh masyarakat karena menjamurnya mall-mall yang menjanjikan kenyamanan dalam berbelanja. Nah di pasar ini saya singgah sebentar untuk membeli sepatu (tanpa merek) yang masih pantas untuk dipakai ke acara resepsi. Harga….. tak jadi masalah, karena sepatu yang tersedia tersedia dari 10 ribu sampai 200 ribuan, dan tidak pakai lama. Berbeda kalau beli sepatunya di Pasaraya atau di Pasar baru, pasti pake lama dan harganya juga bisa mencapai jutaan rupiah.
Melewati Stasiun Bojong Gede yang jalannya kecil dengan banyak angkot yang sebentar-sebentar berhenti, membuat perjalanan semakin terasa lama. Apalagi hujan terus menerus mengguyur di sepanjang jalan, rasanya sudah tak sabar ingin pulang kembali ke rumah.
Alhamdulillah akhirnya sampai juga di perhelatan besar itu. Setelah berbincang-bincang sebentar dengan sang mempelai, ikutan photo bareng, menikmati sepiring (bukan semangkuk) sop hangat, kami segera pamit pulang.
Sepanjang jalan menuju Bogor melewati jalan sempit yang sedang diperbaiki dan melintasi jalur pinggir kali yang rawan longsor. Jalan ini sempit dan berbatasan dengan kali, jadi kalau kurang hati-hati mungkin bisa terjadi kecelakaan yang berakibat penumpang plus kendaraan yang ditumpangi tercebur kali.
Semoga tidak melewati jalan ini lagi, atau setidaknya saya berharap kalau melewati jalan ini lintasan yang sedang diperbaiki sudah selesai, sehingga rasa was-was yang timbul akan berkurang.
Buat teman yang baru menjadi pengantin, semoga akan selalu bahagia, diberkahi dengan kasih sayang dan kecukupan serta keturunan yang baik dan tetap bersatu sampai akhirat, aaamiiin.
Add comment January 10, 2009
Tak Bertepi
Ketika jemari lemah ini terkepal
mencari suatu kekuatan yang tersembunyi
menarik, menahan dan melepaskan
warna-warnapun bermunculan dari balik kelopak mata yang terpejam
merah jingga, hijau, coklat, kuning, abu-abu dan ungu
Sebentuk hati mencuat dalam hening
nyaris tak bermakna bagiku
letih jiwa dalam penat yang mendera
dan hasrat hati yang mesti dikubur jauh dilubuk yang terdalam
perlahan mulai merona
memberi kesegaran dan ketenangan
kugapai sesuatu
namun gamang terasa nurani
inikah jalan-Mu ya Robbi ?
atau aku tenggelam dalam kegelapan tanpa cahaya-Mu di terangnya dunia yang Kau cipta
tapi……
masih ada secercah rindu yang tak bertepi.
Add comment January 8, 2009