Mempertajam Intuisi

November 18, 2008 rh241

mempertajam intuisi, sepertinya sebuah bahasa yang tinggi banget untuk orang seperti saya yang serba tidak mengerti ilmu, baik itu ilmu agama, kebathinan, apalagi ilmu teknologi. Tapi bahasan seperti ini sering saya dengar dari teman-teman yang memperdalam seni pernafasan. Sebenernya pada awalnya saya juga bingung binatang apasih intuisi itu? Mengapa sebagian orang memiliki intuisi yang tajam, sementara yang lain sama sekali tidak mengerti ada atau tidaknya intuisi dalam dirinya.

Menurut sumber yang bisa saya percaya intuisi adalah suatu kemampuan untuk mendengarkan bisikan atau sesuatu yang sumbernya dari dalam hati nurani atau kalbu. Biasanya intuisi ini merupakan suatu tanda atau peringatan akan sesuatu yang akan terjadi pada diri sendiri, pada diri orang lain atau pada lingkungan kita. Namun seberapa besar dan seberapa kuatkah intuisi itu berpengaruh terhadap kehidupan seseorang, saya sendiri juga kurang tahu.

Beberapa minggu saya mencoba mempertajam intuisi saya dengan mendengarkan apa yang terdeteksi oleh hati dan mencoba untuk mengikutinya. Ternyata sungguh menakjubkan, beberapa hal yang terjadi adalah sesuai dengan apa yang saya dengar. Dan yang paling menakjubkan adalah ketika saya melihat seorang teman yang sudah hampir lima bulan tidak bertemu. Hari itu saya mengendarai mobil tua kesayangan bersama suami lewat tol jagorawi. Semula sih mau keluar bogor, tapi begitu suami nanya mau keluar mana, saya langsung jawab cibinong saja deh.  Ternyata ada teman yang juga keluar di pintu tol yang sama.

Seorang teman bercerita bahwa dia selamat dari bencana tertimpa pohon yang tumbang dengan mendengar intuisinya untuk berhenti sejenak. Cerita lainnya adalah ketika ada anak ular yang jatuh di dalam rumah, ketika itu suami saya akan melintasi pintu tengah, tapi entah kenapa mendadak saya memanggilnya dan diapun berhenti, tak lama kemudian…..bukk…jatuhlah si anak ular tak jauh dari suami. Bayangkan kalau sang ular jatuh menimpanya, pasti saya kerepotan membuang ular dan mengangkat suami yang dijamin pasti pingsan.

Sebenarnya saya juga ingin mendapat lebih banyak mengerti apakah ada cara lain selain mendengar dan mengikuti suara hati. Namun sekarang sepertinya belum ada yang bisa mengajarkan bagaimana mempertajam intuisi agar lebih berguna. Kalau secara agama, kata intuisi mungkin lebih cocok disebut dengan suara kalbu/qolbu. Karena sebenarnya dalam diri manusia terdapat segumpal daging yang jika baik dengannya, maka baiklah seluruh dirinya dan jika buruk dengannya, maka buruklah seluruh dirinya. Dan untuk memperbaiki segumpal daging itu, kita harus banyak-banyak beristighfar, membersihkan diri dari segala kesalahan dan dosa dan selalu berdzikir/mengingat Sang Maha Sempurna, Alloh SWT.

Kesimpulannya memperbanyak beristighfat dan mengurangi berbuat dosa bisa lebih mempertajam keyakinan akan kebenaran yang telah ada dalam hati kita, dan tentu saja akan memperkuat dan mempertajam intuisi yang telah kita miliki.

Entry Filed under: gado-gado kehidupan

1 Comment Add your own

  • 1. Sri Sulasmi  |  March 3, 2009 at 2:15 am

    Masalah merokok sebenarnya sudah diatur ditentukann dalam ajaran islam yaitu merokok itu hukumnya makruh. Artinya ditinggalkan mendapat pahala dan bila dikerjakan tidak berdosa, begitu juga dengan makan jengkol dan pete. Jadi tinggal kita saja mau melaksankannya atau tidak, mau menambah investasi modal pahala atau tidak punya modal pahala. Permasalahan : Kebanyakan orang merokok ego, lupa akan hak asasi milik orang lain dan kewajibannya terhadap orang lain, ingatnya hanya hak asasi diri sendiri dan apa lagi kalau dia sudah punya power. Waah sudah daah siapa yang bisa melarang, iya tidak. Sebenarnya itu urusan dia dengan yang diatas, hanya saja efek bila orang merokok ditempat bekerja dan umum. Merokok itu akhirnya merugikan orang lain, dimana waktu merokok tidak berdosa tapi asap yang dihirup orang yang tidak merokok terasa dirugikan oleh orang yang merokok karena akan terkena penyakit. Kesimpulannya bila orang merokok ditempat umum dia menanam investasi lebih besar dosa dari pada pahala. Jadi tinggal bagaiman pemahaman dia dalam ajaran agama islam tersebut dan paelaksanaan serta pengawasan aturan pemerintah yang dilarang merokok ditempat umum. trims. ssi.163


Leave a Comment

Required

Required, hidden



Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

November 2008
M T W T F S S
« Oct   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Most Recent Posts