BUNDA
November 18, 2008
rh241
Sejenak kupandang wajah tua
yang dulu terlihat ayu dimataku
kugengam jemarinya yang tak lagi kokoh
yang begitu kuat diterpa badai kehidupan
yang begitu kuat menerima takdir kehidupan
jemari ini mungkin dulu tak sempat membelaiku
karna begitu banyak beban yang harus ditunaikan
tapi masih bisa kurasakan perjuangan dan kelembutan hatinya
masih bisa kulihat ketabahannya
masih sering ku ingat rambut panjangnya yang hitam dan tebal
dan aku sering tak percaya bahwa semua sudah pudar dalam putih uban
sering ku menatap penuh harap
bahwa suatu ketika aku juga akan memiliki
mata penuh kasih
mata bapakku yang menatapnya
mata yang selalu penuh dengan cinta
yang seutuhnya dan sepenuhnya tertumpah
hanya untuk satu wanita pendamping hidupnya
yang melahirkan dan membesarkan anak-anaknya
betapapun,
tak pernah mampu kubalas kebesaran jasamu
tak kan mampu kuberi ketulusan seperti ketulusanmu
tak kan mampu kupeluk sehangat pelukanmu
hanya satu yang dapat kulakukan
kuberdoa kepada pemilik jiwamu, wahai bunda
ampunilah dosa bundaku ya Allah
sayangilah dia seperti dia menyayangiku diwaktu kecil
penuhilah kehidupannya dengan cinta-Mu ya Allah
cinta yang hakiki, di dunia dan di akhirat
dan tempatkanlah dirinya dalam surga kepunyaan Mu
di dunia dan di akhirat…. aaamiiin.
Entry Filed under: 1
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed