tenTang CinTa

July 16, 2008 rh241

tulisan ini mengambil intisari dari sebuah buku yang sekarang ada dalam genggamanku, yang menjadi kekuatan ketika sebuah guncangan bathin menerpa tanpa basa-basi.

Dalam kehidupannya, manusia tidak pernah kehabisan energi untuk sebuah kata yang bernama “cinta”. namun jika ditinjau sejauh manakah bentuk cinta yang sebenarnya dimiliki, tidak banyak yang tahu tentang hal ini. Apakah cinta yang hakiki atau cinta yang hanya merupakan fatamorgana yang tidak mempunyai arti apa-apa bagi kehidupannya saat ini, di masa mendatang dan di kehidupan selanjutnya.

Hal yang pertama kali dikupas adalah mengenal hakikat, syarat dan penyebab cinta, dengan mengulas prinsip-prinsip yang ada di dalamnya.

Prinsip Pertama adalah pengenalan jenis objek cinta, dimana setiap hal yang sesuai dan seirama dengan rasa kemanusiaan serta menimbulkan efek rasa puas dan nikmat akan dicintai oleh manusia. selanjutnya setiap hal yang bertentangan dan berlawanan dengan rasa kemanusiaan sehingga menimbulkan efek sedih dan sakit, akan dibenci manusia, dilanjutkan dengan sesuatu yang tidak menimbulkan pengaruh atau efek apapun dengan rasa kemanusiaan, tidak akan dicinta atau dibenci oleh manusia.

Prinsip Kedua adalah Ragam cinta, yang dipengaruhi oleh lima indra yang terdapat pada manusia maupun binatang. Jika dilihat indah/bagus/elok maka bisa menimbulkan rasa cinta, demikian juga jika didengar indah dan menggetarkan (misal simphoni) atau dicium harum aromanya atau raba terasa halus dan lembut atau dirasa nikmat dan mengundang selera, dapat menumbuhkan rasa cinta.

namun kelebihan manusia adalah indra ke enam yang disebut dengan mata hati, nur, bathin atau apapun sebutannya yang dapat melihat hal yang lebih besar dari pada penglihatan mata lahir. Keindahan ruhani yang diperoleh dengan kekuatan akal jauh lebih mengesankan dibanding keindahan yang ditangkap oleh indra penglihatan.

Prinsip ketiga adalah untuk siapa cinta itu diberikan. Disini terdapat 5 hal yang menjadi tujuan pemberian cinta atau yang menyebabkan cinta itu tumbuh : (1) diri sendiri dan kelestarian dirinya yang mencakup keselamatan anggota tubuhnya, harta bendanya, anak keturunannya, keluarga dan sahabatnya. (2)nilai positif sesuatu dimana manusia mencintai orang yang berbuat baik kepada dirinya. Sebagai budak kebaikan manusia tidak mampu menolak tumbuhnya rasa cinta akibat kebaikan yang diberikan kepadanya, dan membenci kepada yang berbuat jahat kepadanya. (3) wujud sesuatu, dimana manusia mencintai wujud sesuatu itu bukan karena hal lain yang diperoleh dari wujud itu. Misalnya manusia mencintai indahnya air yang mengalir karena wujudnya yang indah, atau mencintai bunga yang mekar.

Prinsip ke empat Mengetahui makna kebaikan dan keindahan cinta. Keindahan bukanlah sesuatu yang diidentifikasi lewat indra penglihatan, juga bukan hanya kombinasi merah putih. kualitas dari keindahan dan kebaikan yang dicintai sangat tergantung pada kesempurnaannya. Panca indralah yang mendeteksi adanya keindahan ini. Namun kadang ada suatu hal yang tidak dapat dideteksi oleh panca indra, dimana keindahan yang membuat jatuh cinta bukan karena terletak pada bentuk fisik jasmani-lahiriah semata, tetapi pada non fisik yang bersifat rohaniah-batiniah yang merupakan sifat-sifat terpuji yang menjadi sumber sejarah hidup yang indah, yang abadi meskipun bentuk fisiknya sudah lenyap. Misalnya mencintai Rasulullah sebagai penuntun umat, merupakan suatu cinta yang tidak menggunakan panca indra, tetapi lebih menggunakan indra ke enam atau hati, karena rasa cinta itu tumbuh dengan didasari pada indahnya akhlak yang dimilikinya, dan segala hal yang mengagumkan yang terdapat pada dirinya.

Prinsip kelima adalah keselarasan yang tersembunyi antara yang mencintai dan dicintai. Kadang orang saling mencintai karena keselarasan jiwa antara keduanya.

Intisari hal-hal yang membuat cinta itu tumbuh adalah: 1. mencintai keberadaan dirinya, kesempurnaannya, dan kelestariannya; 2. mencintai orang yang berbuat baik kepada dirinya sehingga menjaga kelestarian keberadaannya; 3. mencintai setiap orang yang berbuat kebaikan, walaupun bukan kepada dirinya; 4. mencintai segala sesuatu yang indah, baik dengan citra lahiriah maupun citra batiniah; 5. mencintai siapapun dan apapun yang mempunyai keselarasan batin dengan dirinya.

jadi kalo ada kelima hal diatas, diyakini bahwa cinta itu akan tumbuh sempurna. Namun cinta itu hanya dapat sempurna jika diberikan kepada Sang Pemilik Cinta, yang Maha Indah dan mencintai keindahan yaitu Alloh SWT. Kesempurnaan yang hakiki dan abadi yang dapat memberikan pengaruh besar dalam kehidupan sang pecinta kepada yang dicintainya.

ternyata mata bathin itu mampu menembus cakrawala yang kasat mata, mencari suatu makna yang tak dapat dirangkai dalam kata, juga tak dapat didengar oleh telinga. hanya suara hati yang jernih yang mampu menelaah apa yang sebenarnya tersembunyi disana.

Entry Filed under: Religi

Leave a Comment

Required

Required, hidden



Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Pages

Categories

Calendar

July 2008
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Most Recent Posts