Rh241’s Weblog

April 30, 2008

Mahluk Halus di Rumah

Filed under: curahan hati — by rh241 @ 9:01 am

Kamis pagi sebelum berangkat kerja adikku cerita kalau di belakang rumah, yang terdiri 4 petak kontrakan ada kuntilanaknya. Katanya sih, itu kuntilanak mengganggu istri penjual nasi goreng yang kebetulan lagi nunggu air mendidih sambil tidur-tiduran. Eh pas mau bangun tidur, kepalanya didudukin kuntilanak. Iseng amat yah, memangnya ga ada tempat duduk lagi, kepala orang kok didudukin. Ceritanya si kuntilanak itu dibacain surat Al-Ikhlas, tapi bukannya berdiri malah dia bilang “bisanya cuma segitu”. Marahlah istrinya penjual nasi goreng ini, sambil dalam hati baca ayat kursi dibentak kuntilanak itu “Bangun ga, nanti kantongnya diambil nih!” “Jangan, saya kan ga nakal, jangan diambil kantongnya.” jawab kuntilanak. Setelah itu istri penjual nasi goreng itu bisa berdiri dan segera menceritakan kejadian ini pada suaminya. Cerita berlanjut, kuntilanak itu katanya sering main ke rumah kontrakan itu dan tempat kediamannya adalah pohon rambutan yang posisinya tepat dibelakang rumahku di bagian kamar mandi. Setelah cerita selesai aku berangkat ke kantor, dan sepanjang perjalanan sampai kembali ke rumah di rongga otakku masih terekam dengan kuat, yang membuat aku kadang jadi takut sendiri. Malampun beranjak turun. Malam jumat. Entah kenapa malam ini terasa begitu hening dan sepi, udara juga terasa dingin meskipun sudah beberapa hari ini tidak turun hujan. Rasa takut mulai menghantui, baik aku, suami maupun anak-anak. Akhirnya aku putuskan untuk tidur lebih awal dari biasanya. Belum sampai jam sembilan malam semua sudah terlelap sempurna, begitu juga aku. Tengah malam pas jarum jam menunjukkan pukul 00.00 WIB aku terbangun. Kesunyian melingkup di sekelilingku. Suara besi yang sering terdengar dipukul dari bengkel depan tidak ada, suara tikus-tikus yang kadang bersliweran juga tidak terdengar. Tak ada bunyi cecak atau suara batu-batu kecil tempat kura-kura sering mengorek-ngorek, semua terasa hening, sunyi, senyap dan menegangkan. Udara dingin terasa disekujur badan, padahal malam-malam sebelumnya tidak seperti ini. Aku bangunkan suami untuk menemani berwudhu dan sholat. Selesai sholat baru terasa ada aliran hangat yang mengisi aliran darah. Entah bagaimana perasaan suamiku, karena dia cuma diam tak berbicara sedikitpun. Aku jadi ingat acara klenik di TPI yang menantang untuk berdiam di tempat-tempat yang dianggap angker untuk uji nyali. Malam sepertinya beranjak dengan sangat perlahan, sampai akhirnya kami tertidur karena memang rasa kantuk yang sudah tidak bisa lagi ditahan, hingga adzan subuh berkumandang. Alhamdulillah, aku bersyukur karena malam ini sudah terlewati dengan aman, walaupun penuh rasa takut yang mencekam. Berangkat pagi lagi kerja. Setelah senam pagi selesai, aku langsung konsultasi dengan seorang teman yang cukup ahli menangani MH ini. Tunggu sebentar, kemudian dia bilang bahwa kuntilanak itu memang sudah lama ada disana. Deg, terasa jantungku berhenti sejenak. Aku langsung mengingat kembali kejadian-kejadian aneh yang ada di rumah, seperti tiba-tiba ada orang di depan tapi dicari tidak ada siapapun, atau suara anak-anak berisik bermain bola, ternyata tidak ada yang main. Aku juga teringat kamar mandi belakang yang selalu saja ada tanah dalam kolamnya, padahal itu kolam sore dibersihkan tapi pagi sudah ada segumpal tanah merah disudut kolam. Konon kata temanku, tanah itu juga bukan tanah dari sekitar, tapi tanah dari kuburan …..hiiiii tambah merinding nih rasanya. Dengan penuh harap akupun meminta bantuan ke sekeliling, kepada orang yang dirasa bisa menangani hal-hal misterius seperti ini, sampai ke milis. Aku tak ingin kejadian seperti malam tadi kembali terulang di malam-malam selanjutnya. Aku tak ingin anak-anak merasa ketakutan dan hidup dalam suatu keadaan yang tidak kondusif. Setelah mendapat petuah, petunjuk dan sesuatu yang bisa menentramkan hati, akhirnya aku pulang ke rumah dengan damai. Menjelang malam, suasana memang terasa lebih hangat, tidak seperti malam kemarin yang sangat menegangkan. Hanya sekarang ada perbedaan, kamar mandi yang di belakang nyaris tidak lagi digunakan. Semua aktifitas kebersihan badan dilakukan di kamar mandi dalam kamar utama. Sampai pagi menjelang. Dengan langkah yang agak malas aku periksa juga tuh kamar mandi. Ketika aku melihat gumpalan tanah merah disudut bak mandi, dan aku merasa merinding disco…….. Ups biarpun ini sudh pagi, tapi aku cuma ditemani dua malaikat kecil, dan jika terjadi sesuatu….. tak ada pertolongan nih. Segera aku mengambil hape dan menghubungi teman. “Hallo….. help nih, aku kok takut banget yah, ayo dong dilihat ada apa sih sebenarnya di rumah ini. Tuh tanah merahnya ada lagi di bak mandi. Ayo dong help, dibersihin lagi deh kalo masih ada yang nongkrong disini….. serem tau….” aku sudah memberondong dengan cepat begitu terdengar kata halo dari sana. “gak ada apa-apa, tenang aja. di situ memang ada energi bumi, tapi kayaknya besar banget dan memang energi yang keluar itu negatif. Di bawahnya ada septictank ga? sebab gue lihat kayaknya pekat banget disitu?” “Ada, dibawahnya ada septictank.” “Nah itu makanya disitu suka ada tanah merah, sebab ada lubang tikus didekat situ. Energi bumi itu tidak bahaya dan biasanya mahluk halus ga berani masuk kesitu. Yang gue takut disitu malah banyak tikus dan ular, soalnya dua mahluk itu pasti tertarik ke arah sumber energi bumi.” “Tikus memang ada, kalo ular mudah-mudahan ga ada. Iya memang ada lubang tikus di samping kamar mandi. Lalu efeknya apa dengan adanya sumber energi seperti itu?” “Biasanya sih tidak ada apa-apa, cuma efek di sekitarnya kurang bagus karena ada septictank di bawah yang ikut terbawa dalam pancaran energi. Biasanya mahluk halus sih suka ada tapi cuma di sekitarnya doang, ga berani kalo sampai masuk ke pusat energi yang keluar.” Dari pembiacaraan yang berlanjut terus, aku dapat menyimpulkan bahwa memang ada sesuatu yang tidak seharusnya ada disana. Jika energi bumi itu memang ada, maka akan berdatangan mahluk halus di sekitarnya dan itu berarti adalah rumahku. Gimana yah cara menyelesaikan masalah seperti ini? Sepertinya ada hal lain yang harus aku pelajari nih. Beberapa hari kemudian, perasaan takut sudah mulai menipis. Malam-malam berlanjut dan aku tetap bisa terlelap tidur, itu berarti tidak ada guncangan bathin. Meskipun kadang aku masih mendengar suara dug dug dug, bunyi pintu kamar mandi ditutup, atau suara orang bersiul. Dan setiap kejadian yang aku alami tidak lagi kuceritakan sama orang-orang di rumah, tapi dikupas habis di kantor. Semoga Alloh selalu melindungi kami sekeluarga dari gangguan mahluk halus dimanapun kami berada, baik gangguan yang disebabkan karena melihat, mendengar ataupun merasakan kehadirannya dan kejahatannya. Aaamiiin ya Robbal alaaamiiin.

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Powered by WordPress.com