Archive for April, 2008
Mahluk Halus di Rumah
Kamis pagi sebelum berangkat kerja adikku cerita kalau di belakang rumah, yang terdiri 4 petak kontrakan ada kuntilanaknya. Katanya sih, itu kuntilanak mengganggu istri penjual nasi goreng yang kebetulan lagi nunggu air mendidih sambil tidur-tiduran. Eh pas mau bangun tidur, kepalanya didudukin kuntilanak. Iseng amat yah, memangnya ga ada tempat duduk lagi, kepala orang kok didudukin. Ceritanya si kuntilanak itu dibacain surat Al-Ikhlas, tapi bukannya berdiri malah dia bilang “bisanya cuma segitu”. Marahlah istrinya penjual nasi goreng ini, sambil dalam hati baca ayat kursi dibentak kuntilanak itu “Bangun ga, nanti kantongnya diambil nih!” “Jangan, saya kan ga nakal, jangan diambil kantongnya.” jawab kuntilanak. Setelah itu istri penjual nasi goreng itu bisa berdiri dan segera menceritakan kejadian ini pada suaminya. Cerita berlanjut, kuntilanak itu katanya sering main ke rumah kontrakan itu dan tempat kediamannya adalah pohon rambutan yang posisinya tepat dibelakang rumahku di bagian kamar mandi. Setelah cerita selesai aku berangkat ke kantor, dan sepanjang perjalanan sampai kembali ke rumah di rongga otakku masih terekam dengan kuat, yang membuat aku kadang jadi takut sendiri. Malampun beranjak turun. Malam jumat. Entah kenapa malam ini terasa begitu hening dan sepi, udara juga terasa dingin meskipun sudah beberapa hari ini tidak turun hujan. Rasa takut mulai menghantui, baik aku, suami maupun anak-anak. Akhirnya aku putuskan untuk tidur lebih awal dari biasanya. Belum sampai jam sembilan malam semua sudah terlelap sempurna, begitu juga aku. Tengah malam pas jarum jam menunjukkan pukul 00.00 WIB aku terbangun. Kesunyian melingkup di sekelilingku. Suara besi yang sering terdengar dipukul dari bengkel depan tidak ada, suara tikus-tikus yang kadang bersliweran juga tidak terdengar. Tak ada bunyi cecak atau suara batu-batu kecil tempat kura-kura sering mengorek-ngorek, semua terasa hening, sunyi, senyap dan menegangkan. Udara dingin terasa disekujur badan, padahal malam-malam sebelumnya tidak seperti ini. Aku bangunkan suami untuk menemani berwudhu dan sholat. Selesai sholat baru terasa ada aliran hangat yang mengisi aliran darah. Entah bagaimana perasaan suamiku, karena dia cuma diam tak berbicara sedikitpun. Aku jadi ingat acara klenik di TPI yang menantang untuk berdiam di tempat-tempat yang dianggap angker untuk uji nyali. Malam sepertinya beranjak dengan sangat perlahan, sampai akhirnya kami tertidur karena memang rasa kantuk yang sudah tidak bisa lagi ditahan, hingga adzan subuh berkumandang. Alhamdulillah, aku bersyukur karena malam ini sudah terlewati dengan aman, walaupun penuh rasa takut yang mencekam. Berangkat pagi lagi kerja. Setelah senam pagi selesai, aku langsung konsultasi dengan seorang teman yang cukup ahli menangani MH ini. Tunggu sebentar, kemudian dia bilang bahwa kuntilanak itu memang sudah lama ada disana. Deg, terasa jantungku berhenti sejenak. Aku langsung mengingat kembali kejadian-kejadian aneh yang ada di rumah, seperti tiba-tiba ada orang di depan tapi dicari tidak ada siapapun, atau suara anak-anak berisik bermain bola, ternyata tidak ada yang main. Aku juga teringat kamar mandi belakang yang selalu saja ada tanah dalam kolamnya, padahal itu kolam sore dibersihkan tapi pagi sudah ada segumpal tanah merah disudut kolam. Konon kata temanku, tanah itu juga bukan tanah dari sekitar, tapi tanah dari kuburan …..hiiiii tambah merinding nih rasanya. Dengan penuh harap akupun meminta bantuan ke sekeliling, kepada orang yang dirasa bisa menangani hal-hal misterius seperti ini, sampai ke milis. Aku tak ingin kejadian seperti malam tadi kembali terulang di malam-malam selanjutnya. Aku tak ingin anak-anak merasa ketakutan dan hidup dalam suatu keadaan yang tidak kondusif. Setelah mendapat petuah, petunjuk dan sesuatu yang bisa menentramkan hati, akhirnya aku pulang ke rumah dengan damai. Menjelang malam, suasana memang terasa lebih hangat, tidak seperti malam kemarin yang sangat menegangkan. Hanya sekarang ada perbedaan, kamar mandi yang di belakang nyaris tidak lagi digunakan. Semua aktifitas kebersihan badan dilakukan di kamar mandi dalam kamar utama. Sampai pagi menjelang. Dengan langkah yang agak malas aku periksa juga tuh kamar mandi. Ketika aku melihat gumpalan tanah merah disudut bak mandi, dan aku merasa merinding disco…….. Ups biarpun ini sudh pagi, tapi aku cuma ditemani dua malaikat kecil, dan jika terjadi sesuatu….. tak ada pertolongan nih. Segera aku mengambil hape dan menghubungi teman. “Hallo….. help nih, aku kok takut banget yah, ayo dong dilihat ada apa sih sebenarnya di rumah ini. Tuh tanah merahnya ada lagi di bak mandi. Ayo dong help, dibersihin lagi deh kalo masih ada yang nongkrong disini….. serem tau….” aku sudah memberondong dengan cepat begitu terdengar kata halo dari sana. “gak ada apa-apa, tenang aja. di situ memang ada energi bumi, tapi kayaknya besar banget dan memang energi yang keluar itu negatif. Di bawahnya ada septictank ga? sebab gue lihat kayaknya pekat banget disitu?” “Ada, dibawahnya ada septictank.” “Nah itu makanya disitu suka ada tanah merah, sebab ada lubang tikus didekat situ. Energi bumi itu tidak bahaya dan biasanya mahluk halus ga berani masuk kesitu. Yang gue takut disitu malah banyak tikus dan ular, soalnya dua mahluk itu pasti tertarik ke arah sumber energi bumi.” “Tikus memang ada, kalo ular mudah-mudahan ga ada. Iya memang ada lubang tikus di samping kamar mandi. Lalu efeknya apa dengan adanya sumber energi seperti itu?” “Biasanya sih tidak ada apa-apa, cuma efek di sekitarnya kurang bagus karena ada septictank di bawah yang ikut terbawa dalam pancaran energi. Biasanya mahluk halus sih suka ada tapi cuma di sekitarnya doang, ga berani kalo sampai masuk ke pusat energi yang keluar.” Dari pembiacaraan yang berlanjut terus, aku dapat menyimpulkan bahwa memang ada sesuatu yang tidak seharusnya ada disana. Jika energi bumi itu memang ada, maka akan berdatangan mahluk halus di sekitarnya dan itu berarti adalah rumahku. Gimana yah cara menyelesaikan masalah seperti ini? Sepertinya ada hal lain yang harus aku pelajari nih. Beberapa hari kemudian, perasaan takut sudah mulai menipis. Malam-malam berlanjut dan aku tetap bisa terlelap tidur, itu berarti tidak ada guncangan bathin. Meskipun kadang aku masih mendengar suara dug dug dug, bunyi pintu kamar mandi ditutup, atau suara orang bersiul. Dan setiap kejadian yang aku alami tidak lagi kuceritakan sama orang-orang di rumah, tapi dikupas habis di kantor. Semoga Alloh selalu melindungi kami sekeluarga dari gangguan mahluk halus dimanapun kami berada, baik gangguan yang disebabkan karena melihat, mendengar ataupun merasakan kehadirannya dan kejahatannya. Aaamiiin ya Robbal alaaamiiin.
1 comment April 30, 2008
SAFARI GARDEN
Dalam rangka memperingati Hari Ultahnya kantor, seluruh karyawan dan berbagai bidang yang terkait dengan kegiatan kantor berangkat bersama menuju Safari Garden Hotel. Pelaksanaan dimulai pada jam 1.30 WIB dimana seluruhnya berkumpul di lapangan upacara dan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Cisarua, dengan bis-bis besar dan berbagai jenis mobil dinas para pejabat teras.
Tidak terasa perjalanan terlalu singkat, karena nun di depan sana ada fourrider (bener ga yah ejaannya kalo salah harap maklum deh) dengan sirine yang meraung-raung menghalangi dan atau membuat para pengguna jalan yang lain menepi untuk memberi jalan. Serasa jadi orang penting kali ini.
Udara sejuk menyambut kedatangan kami dan diiringi musik khas Sunda yang menyejukkan hati. Sayangnya pengendara bus terlalu birokrasi, sehingga semua penumpang diturunkan di lapangan tempat parkir bus, yang menyebabkan kami harus berjalan kaki sambil menenteng/menggendong bawaan masing-masing, capek deh.
Ada komentar teman yang melihat tas yang aku bawa begitu besar dan berat…
“Mbak, isinya apaan tuh, gede banget…, bawa tipi yah?”
“Bukan kali, bawa kompor, ntar kan langsung buka lapak….” sahut yang lain sambil tertawa geli
Tentu saja aku cuex dan ga peduli, dan memberi komentar kalo aku ini perempuan, so pasti banyak bawaan yang diperlukan mulai dari baju dalam sampai penutup kepala, belum lagi aneka sandal, sepatu, dan alat2 mandi…. huh memang berat banget nih.
Setelah berjalan dan bertanya beberapa kali dengan petugas hotel, akhirnya ketemu juga tempatku menginap. Lokasinya strategis dekat pintu masuk, di depannya ada taman bermain untuk anak2 dan lapangan olah raga, selain itu juga dekat dengan restoran tempat kegiatan utama dilangsungkan, yaitu makan dan hiburan. Alhamdulillah.
Tidur bertiga dalam satu kamar, dengan satu double bed dan satu kasur tambahan. Lumayan, empuk dan hangat. Ada kulkas, televisi 21 inch, lemari baju, meja rias, washtafel dan tentu saja kamar mandi dengan kloset duduk dan standing shower dengan air panas dan dingin.
Sampai di tempat, aku langsung mandi, ganti baju dan sholat ashar. Lalu duduk manis di depan tv sambil menunggu teman yang lain rapi. Lalu kami makan nasi padang sebungkus bertiga, karena seusai sholat mahgrib acara makan malam dimulai. Belum lama berlalu datang teman karibku mengajak keluar buat ketemu teman lain seangkatan. Di restoran sedang ada persiapan untuk acara nanti malam, aku ngobrol disini dengan teman dari Pusdiklat dan berfoto ria.
Kembali ke ruangan untuk sholat maghrib, dan siap-siap buat makan malam. Menuju hall restoran untuk acara makan malam bersama diiringi musik oleh seorang penyanyi yang lumayan cantik, tapi kalo di lihat di layar tv, bodynya agak gendut. Lumayanlah suaranya merdu, bisa memanjakan kuping yang memang sudah lama tidak mendengar live show music. Tidak memanjakan mata, karena mata ini memang melulu melihat teman-teman yang setiap hari juga ketemu, walau ada sedikit perbedaan, yaitu tidak berseragam….. Makanannya biasa aja tuh, ga ada yang enak dan melihat antrian yang panjang mungkin aku akan berpikir tiga kali untuk ikut mengantri, tapi karena posisi duduk ada disebelah meja hidangan, ya berarti punya prioritas mengambil tanpa perlu antri dong.
Malam turun perlahan, dan suara hingar music di hall masih terus terdengar, tapi aku sudah melangkah keluar, menikmati udara dingin puncak dan menikmati hangatnya jagung bakar. Karena seorang teman ga kuat dengan udara dingin dan bolak balik pipis melulu, akhirnya kembali lagi ke kamar buat istirahat.
Malam pertama tidur tanpa Tiara dan Dude disampingku, rasanya bener-bener ga enak. Seorang teman berkirim sms dan akhirnya sms-san sampai tengah malam, setelah itu bengong sampai jam 2 pagi dan terlelap sampai pagi menjelang alias sudah jam 6. Suara adzan subuh yang sanget keras tidak membangunkan aku dari tidur….mungkin saking ngantuknya.
Bangun tidur, mandi, sarapan sambil dengerin musik dan penyanyi lokal yang ikut dalam lomba menyanyi, nonton volley, mengambil voucher door prize dan keliling kompleks hotel bersama tiga rekan yang lain. Suasana jadi berbeda sekarang, merasa bener-bener bebas dari tugas seorang ibu, seorang istri dan seorang karyawan…. menjadi diri sendiri tanpa ada beban yang mesti dipikul. Berempat kami berjalan dan mencari pose-pose lucu sebagai kenangan dari perjalanan yang mungkin tidak akan terjadi lagi sampai pensiun nanti. Karena momen ini bisa jadi yang pertama dan yang terakhir. Bebas melangkah, bebas bergaya dan bebas tertawa.
Setelah itu berlanjut ke makan siang, sholat zuhur dan nonton pertandingan volley TNI AU melawan TNI AL. Ketemu rekan senior yang pernah sama-sama satu bagian, akhirnya malah jadi curhat. Curhat, betapa sekarang suasana semakin tidak kondusif lagi, persaingan menuju ke tingkat kekuasaan makin kuat dan bahkan tidak ragu untuk makan tulang kawan, betapa sekarang banyak manusia yang takut tidak termasuk dalam garis kekuasaan, sehingga harus memiliki dua wajah yang berbeda., mengerikan. Dan betapa sulitnya untuk dapat duduk di sebuah kursi dimana hati merasa sendiri dalam keramaian.
Seorang pejabat Eselon sambil naik ayunan bilang “begini nih, soalnya masa kecil tidak bahagia.” sambil tersenyum.
“Karena itukan Bapak mengirim kita ke sini” jawab saya, dan kami semua tertawa geli.
Sore menjelang, pertandingan sudah berakhir, dan waktunya untuk mandi, sholat ashar dan mencari kamar buat tidur Tiara dan Dude yang akan menyusul nanti malam. Sebelum itu tukar voucher dengan uang Rp 150.000,- sebagai door prize awal.
Oh ya malam ini adalah malam terakhir yang merupakan puncak acara, yaitu penyerahan piala bagi para pemenang pertandingan dan malam final untuk para peserta lomba menyanyi…. dengan dipandu Akri Patrio dan Memet sebagai MC. Memang meriah acara malam ini, belum lagi diawali dengan adanya tarian manusia karet yang sangat lentur, membuat berpasang mata kagum dan atraksi badut Safari. Tentu saja malam ini juga malam door prize bagi semua yang hadir. Ada 30 barang yang akan diundi, siapakah gerangan yang akan beruntung malam ini.
Semua berpakaian batik rapi. para lelaki tampil elegan dan para wanita tampil cantik, setidaknya sangat berbeda dibandingkan pada hari-hari kerja. Semua terlihat bersinar, dibawah cahaya lampu yang berpendar kemilau dan memberi efek segar di wajah yang tersiram sinar, terutama para wanita, hampir seluruhnya terlihat cantik dan mempesona.
Malam ini aku duduk di kursi yang sama dengan malam sebelumnya, di dekat meja hidangan di lantai dua. Mengamati wajah teman-temanku yang berkilauan, dan tentu saja mengamati dua orang didepanku yang sudah menjadi teman tidur kemarin… dua perempuan dewasa, yang juga merasa termarjinalkan oleh keadaan dan situasi yang sudah sangat berbeda dan tentu persaingan yang semakin meruncing.
Alhamdulillah, salah satu door prize itu menjadi milikku, setidaknya ada yang bisa menjadi kenangan bahwa aku pernah meninggalkan keluarga, untuk melakukan suatu aktivitas yang sebenarnya tanpa kehadirankupun, semua akan tetap berjalan sempurna, karena aku bukan bagian dari aktivitas itu, karena aku adalah bagian dari penggembira. Maafkan mama, nak.
Tak lama kemudian anak-anak tiba, bersama papa dan om mereka. Aku mengajaknya bermain di lapangan bermain, dan mengajak mereka tiduran di kasur. Udara dingin membuat mereka cepat terlelap. Acara masih belum selesai, dan dua orang temanku masih di atas. Akhirnya aku menunggu mereka sambil menikmati hangatnya minuman bandrek berdua….
Hampir tengah malam setelah tiga kali bolak-balik dan keluar masuk penginapan, berdiskusi dengan teman-teman dan panitia, akhirnya kami memutuskan untuk tidak mengikuti safari track. Kedua anak mungil ini tentu tak akan kuat dengan medan pegunungan yang mendaki, dan juga ada berita bahwa Ibu Kepala tidak suka ada anak yang ikut serta dalam acara ini….. wow, cari selamat aja deh. Selamat dalam artian tidak akan ada omongan di kemudian hari dan selamat dari aktivitas yang akan melelahkan badan kedua anakku. Pulang yuuuuuu……kk.
Selamat malam teman-teman, selamat tidur, siap-siap untuk berangkat ke medan selanjutnya yang lebih curam dan terjal. Semoga kalian akan kembali dengan keadaan sehat dan bertambah bugar.
Akhir Maret 2008
Add comment April 16, 2008