HAH
March 12, 2008
rh241
Sore kemarin tiba-tiba hujan turun disertai gluduk kecil, meskipun matahari masih memancarkan sinarnya dengan terang benderang. Wah sesuatu yang harus aku umumkan nih, terutama ke salah seorang teman yang menanyakan aku tinggal di negara bagian mana.
Dengan segenap keberanian yang harus dengan cepat kukumpulkan (harus cepat, karena fenomena alam tidak berlangsung lama), akhirnya aku berani menanyakan nomor yang bisa dihubungi. Yup, tidak sampai lima detik, smspun melayang.
Jawaban yang sama “tinggal di negara bagian”….. tuh masih juga tidak percaya dengan apa yang aku tulis untuk kedua kalinya, padahal aku cuma ingin dia mengerti dan melihat langsung fenomena alam yang terjadi di sekitarku. Mungkin di tempat dimana dia berdiri tidak terjadi hal yang sama, meskipun jarak diantara kami hanya dibawah 50 Km. Who knows?
setelah tiga kali berbasa-basi (atau bahasa basi) sms berakhir. Haripun bergulir malam, dan aku sudah melupakan peristiwa sore yang cukup membuat grogi….. nanya no hp gitu lho!!
HAH ternyata….. pagi ini dibahas lagi, di milis lagi…. bikin muka jadi panas gak karuan, untung aja orangnya tidak ada di depan mata, bisa tambah bingung dia, lihat ke mukaku cuaca sangat cerah dengan suhu sampai diatas 33 derajat Celcius, sementara di tangan udara kutub menguasai dengan suhu di bawah nol….. lho kok bisa?????
Suwer ewer-ewer, aku ga pernah ketemu, bertatap muka, apalagi bersinggungan dengkul. Aku tidak pernah berangkat kerja naik kereta jabotabek, atau ke bandung naik KA, atau naik bis ke suatu tempat yang memungkinkan kita pernah ketemu. Aku berangkat kerja dengan roda dua kesayangan atau mungkin dengan roda empat yang kadang-kadang aja aku mau….. Pokoknya tak ada ruang dan waktu dimana akan terjadi interaksi dan terjadi suatu irisan himpunan dimana aku dan dia bisa bersama.
Ada sesuatu yang bikin aku jadi berfikir….. sesuatu yang menarik alam bawah sadar, yang mampu membuat rona merah jingga berubah ungu dan biru… yang melunturkan tembok-tembok keangkuhan menjadi senyum tanpa makna….. sesuatu yang bisa kunikmati sendiri dalam dunia maya, yah dunia maya. Dan aku tak mau ini berubah menjadi nyata……serem tauuuuu.
Entry Filed under: Kehidupan
1 Comment Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to comments via RSS Feed
1.
deatea | June 18, 2008 at 3:29 am
sebegitu seramnyakah dia ?
maafkanlah jika mendadak menghujam relung sukma …
sepertinya sosoknya tidak menyeramkan
tapi bisa jadi dampaknya yang menyeramkan…